MEDIALAMPUNG.CO.ID — Kondisi jalan rusak di sisi kantor Bank Negara Indonesia (BNI) Universitas Lampung (UNILA), tepatnya di Jalan Prof. Dr. Ir. Sumantri Brojonegoro, semakin meresahkan warga dan civitas akademika.
Permukaan jalan yang berlubang dan bergelombang telah menghambat aktivitas kendaraan yang melintas setiap hari, baik milik warga sekitar maupun mahasiswa dan staf kampus.
Pantauan langsung di lokasi pada Jumat, 25 Juli 2025, memperlihatkan banyak lubang besar dan ketidakrataan jalan yang memaksa pengendara memperlambat laju kendaraan secara drastis.
Situasi ini sangat berisiko bagi pengguna sepeda motor, apalagi saat hujan. Air yang menggenang membuat lubang-lubang jalan tidak terlihat, sehingga meningkatkan potensi kecelakaan.
BACA JUGA:KPPU Sidak Produsen Beras Lampung: Soroti Mutu, Harga, dan Rantai Distribusi
Sulaiman, warga yang tinggal tak jauh dari lokasi, menyampaikan keluhannya atas kondisi jalan yang kian memburuk.
“Kerusakan jalan ini sudah berlangsung cukup lama dan semakin memburuk. Setiap hari kami harus berhati-hati ketika melewati sini. Kalau hujan, lubang-lubang tertutup air dan pengendara bisa terpeleset atau terperosok,” ujar Sulaiman.
Menurutnya, jalan tersebut merupakan akses vital yang menghubungkan perumahan warga ke kawasan kampus. Mobilitas mahasiswa dan pegawai kampus juga sangat tergantung pada kelancaran jalur ini.
“Jadi, tidak hanya kami yang terganggu, tapi juga seluruh aktivitas kampus. Kadang ada kendaraan seperti mobil yang sulit manuver di jalan rusak ini,” tambahnya.
BACA JUGA:Lampung Dikepung Asap, Polda Kerahkan Tim Khusus Karhutla
Hal senada disampaikan oleh Ratih, mahasiswi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UNILA. Ia mengaku kondisi jalan tersebut cukup menyulitkan, terutama di jam-jam sibuk saat berangkat kuliah atau pulang kerja.
“Harus berhati-hati supaya kendaraan nggak rusak atau terjebak di lubang. Kalau perbaikan bisa cepat dilakukan, tentu akan sangat membantu,” ucap Ratih.
Jalan ini memang bukan hanya penghubung internal kampus, tetapi juga jalur penting bagi masyarakat sekitar yang menggantungkan aktivitas sehari-hari padanya. Karena itu, masyarakat mendesak agar perbaikan segera dilakukan demi kenyamanan dan keselamatan bersama.
Harapan besar ditujukan kepada pemerintah daerah dan pihak kampus untuk segera berkoordinasi. Langkah cepat diharapkan segera diambil mengingat pentingnya fungsi jalan tersebut sebagai jalur penghubung utama yang melayani akses warga, mahasiswa, dan transportasi ke berbagai fasilitas penting di kawasan UNILA.