Tari Kabasaran: Warisan Ksatria Minahasa yang Penuh Semangat Juang

Kamis 24-07-2025,19:18 WIB
Reporter : Romdani
Editor : Budi Setiawan

Dari segi busana, penari Kabasaran mengenakan pakaian tradisional yang khas. Warna merah mendominasi, menandakan semangat dan keberanian. Kain yang digunakan biasanya merupakan hasil tenunan khas Minahasa. 

Penampilan mereka dilengkapi dengan hiasan seperti kalung, ikat kepala berbulu, dan gelang, sehingga tampak gagah dan megah di atas panggung.

Dahulu, para penari Kabasaran memiliki posisi penting dalam struktur sosial. Mereka tidak hanya tampil dalam upacara adat, tetapi juga berperan sebagai penjaga keamanan, penyambut tamu kehormatan, dan pelaksana upacara pemakaman pemimpin adat. 

Peran ini menjadikan mereka tokoh yang dihormati di lingkungan masyarakat.

BACA JUGA:Corpus Alienum; Ketika Benda Asing Masuk ke Dalam Tubuh, Apa yang Harus Dilakukan?

Seiring perkembangan zaman, fungsi tari Kabasaran pun ikut berubah. Kini, tarian ini lebih banyak ditampilkan dalam acara resmi, festival budaya, dan kegiatan sosial. 

Dalam momen penting seperti penyambutan tamu negara, pelantikan pejabat daerah, hingga pembukaan acara olahraga besar, tarian ini tampil membanggakan sebagai representasi budaya Minahasa.

Beberapa daerah di Minahasa masih melestarikan kesenian ini dengan membentuk kelompok tari Kabasaran. Komunitas-komunitas ini rutin berlatih dan mengajarkan tarian kepada generasi muda sebagai bentuk pelestarian tradisi.

Daerah seperti Tomohon, Tondano, dan Tareran menjadi contoh wilayah yang aktif menjaga keberlanjutan tarian ini.

BACA JUGA:Reza Gladys Beberkan Saran ‘Sumpal Mulut’ Nikita Mirzani dengan Uang

Tari Kabasaran bukan hanya milik masa lalu. Ini telah berevolusi menjadi simbol identitas dan juga kebanggaan daerah. 

Melalui gerakan, kostum, juga makna yang terkandung didalamnya, tarian tersebut terus menghidupkan semangat para leluhur Minahasa serta memperkaya khazanah budaya Indonesia.(*)

Kategori :