Setelah menunaikan tugasnya mengalahkan raja lalim bernama Dewata Cengkar, Joko Linglung disebut kembali ke kerajaan Medang Kamulan melalui lubang yang kini dikenal sebagai Bledug Kuwu.
Kisah ini bukan sekadar dongeng pelipur lara. Bagi warga setempat, legenda ini menjadi bagian dari identitas budaya yang memperkuat ikatan antara manusia, alam, dan sejarah leluhur.
Akses menuju Bledug Kuwu relatif mudah dijangkau. Dari Kota Semarang, perjalanan dapat dilakukan melalui jalur darat menuju Purwodadi, kemudian diteruskan sekitar 25 kilometer ke arah tenggara hingga mencapai Desa Kuwu. Jalan menuju lokasi sudah cukup baik untuk dilalui kendaraan pribadi.
Sepanjang perjalanan, wisatawan akan disuguhi pemandangan pedesaan yang asri. Sawah membentang luas, bukit-bukit kecil di kejauhan, serta udara segar khas dataran rendah menjadi pelengkap suasana perjalanan.
BACA JUGA:Legenda Aji Saka: Asal-Usul Aksara Jawa dan Makna Kesetiaan
Kondisi ini menjadikan wisata ke Bledug Kuwu bukan hanya tentang destinasi, tetapi juga pengalaman selama menuju lokasi.
Sesampainya di tempat tujuan, wisatawan akan melihat kawasan terbuka dengan beberapa titik kawah lumpur yang dikelilingi pagar sederhana sebagai pembatas.
Di sekitar area, terdapat warung-warung kecil milik warga yang menyediakan makanan ringan serta produk lokal seperti garam dari lumpur Bledug Kuwu.
Fenomena alam ini tidak hanya menarik dari sisi wisata dan budaya, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar.
BACA JUGA:Pulau Tabuhan, Menyelami Pesona Laut Banyuwangi yang Masih Alami
Lumpur yang menyembur dari dalam tanah ternyata mengandung kadar garam cukup tinggi. Warga memanfaatkan endapan lumpur yang mengering untuk diolah secara tradisional menjadi garam dapur.
Meskipun prosesnya sederhana, kegiatan ini menjadi sumber penghasilan tambahan bagi warga sekitar, sekaligus memperlihatkan bagaimana masyarakat dapat memanfaatkan potensi alam secara bijak dan berkelanjutan.
Aktivitas ini juga menjadi nilai tambah yang memperkaya pengalaman pengunjung yang ingin melihat lebih dekat proses produksi garam dari sumber yang tidak biasa.
Selain sebagai objek wisata alam, Bledug Kuwu juga memiliki nilai edukatif yang tinggi. Tempat ini kerap menjadi tujuan kunjungan pelajar dan mahasiswa yang mempelajari ilmu kebumian, khususnya terkait geologi dan geotermal.
BACA JUGA:Menelusuri Pesona Pulau Manipa
Fenomena letupan lumpur dengan kandungan garam menjadi bahan pembelajaran menarik tentang interaksi antara air bawah tanah dan tekanan geotermal.