Pesona Gunung Papandayan: Eksplorasi Kawah, Edelweis, dan Hutan Mati di Garut

Senin 02-06-2025,19:22 WIB
Reporter : Yayan Prantoso
Editor : Budi Setiawan

Pemandangan bunga edelweis juga menjadi spot favorit bagi penggemar fotografi.

Jika melanjutkan perjalanan ke arah timur dari Pondok Saladah, pendaki akan melewati kawasan Hutan Mati yang terbentuk akibat letusan dahsyat Gunung Papandayan pada tahun 1772. 

Hutan ini dipenuhi oleh pohon-pohon kering yang menciptakan pemandangan dramatis dan unik, memberikan sensasi tersendiri bagi para pengunjung.

Perjalanan berlanjut menuju Tegal Alun, titik tertinggi gunung ini yang menawarkan panorama luar biasa. 

BACA JUGA:Senja Memukau di Pantai Banongan: Permata Tersembunyi Situbondo

Kawasan ini dipenuhi bunga edelweis dalam jumlah besar, sehingga menyerupai padang bunga yang indah dan luas.

Dari Tegal Alun, pendaki dapat menyaksikan matahari terbit dan terbenam yang memukau dengan latar pegunungan serta langit yang bergradasi warna jingga keemasan. 

Momen ini sering diabadikan para pendaki sebagai kenang-kenangan perjalanan mereka.

Tegal Alun menjadi puncak petualangan yang memberikan kepuasan tersendiri bagi setiap pendaki. 

BACA JUGA:Sawai, Desa Tertua yang Penuh Kehangatan

Sensasi berada di puncak gunung dengan panorama alam yang memukau tak tergantikan. 

Banyak pendaki memanfaatkan waktu ini untuk berfoto dan menikmati suasana hening yang mendamaikan.

Agar perjalanan pendakian berjalan lancar, disarankan untuk memilih musim kemarau (Mei–Oktober) sebagai waktu mendaki. 

Cuaca cerah dan jalur yang kering membuat aktivitas lebih aman dan nyaman. Persiapkan perlengkapan pendakian yang memadai, seperti pakaian hangat, sepatu trekking yang kokoh, serta perbekalan cukup.

BACA JUGA:Benteng Otanaha, Menapak Sejarah Kolonial Portugis di Tepi Danau Limboto

Registrasi di basecamp wajib dilakukan sebagai prosedur keamanan. Jaga pula kelestarian alam dengan tidak membuang sampah sembarangan dan tidak merusak lingkungan sekitar.

Kategori :