Perseteruan BYD vs Great Wall Motor Memanas: Potret Ketegangan Industri Otomotif China

Sabtu 31-05-2025,13:06 WIB
Reporter : Mujitahidin
Editor : Budi Setiawan

Pertikaian antara BYD dan GWM bukanlah hal baru. Pada tahun 2023, Great Wall sempat melaporkan dua model kendaraan hybrid milik BYD ke otoritas regulasi karena diduga tidak memenuhi standar emisi. 

Langkah tersebut memicu ketegangan, dan tak lama kemudian BYD menyerukan agar industri otomotif nasional bersatu dalam menghadapi dominasi global—sebuah seruan yang kembali disindir oleh pihak GWM.

Persaingan antara kedua perusahaan semakin panas di tengah kondisi industri otomotif China yang sedang bergejolak. 

Perang harga yang terus berlangsung memaksa banyak produsen, termasuk BYD, untuk kembali menawarkan insentif pembelian demi mempertahankan pangsa pasar. 

BACA JUGA:Membedah Performa Harley-Davidson Nightster: Ringan Tapi Tetap Gahar

Namun, strategi ini berdampak langsung pada margin keuntungan yang makin menyusut, baik bagi produsen maupun pemasok komponen otomotif.

Menariknya, pernyataan Wei Jianjun mendapat dukungan dari Zhu Huarong, Chairman Changan Automobile—perusahaan otomotif milik negara. 

Zhu menilai bahwa kritik terhadap kondisi pasar saat ini patut dipertimbangkan sebagai peringatan atas risiko yang sedang dihadapi oleh industri secara keseluruhan.

Fenomena ini menggarisbawahi bahwa persaingan di industri otomotif Tiongkok tak hanya terjadi dalam bentuk kompetisi pasar, tetapi juga tampak dalam hubungan yang semakin tegang di tingkat manajemen puncak antar perusahaan besar.

BACA JUGA:Mengapa Vespa Matic Menjadi Pilihan Anak Muda Kota Besar?

Ketegangan antara BYD dan Great Wall Motor menjadi gambaran nyata dari kondisi industri otomotif China yang kompetitif dan penuh tekanan. Di satu sisi, pertumbuhan cepat dan inovasi menjadi kunci keberhasilan. 

Di sisi lain, dinamika pasar yang keras, perang harga, dan konflik antarperusahaan menunjukkan betapa rapuhnya fondasi stabilitas jangka panjang dalam sektor ini.(*)

Kategori :