Kerajinan Kulit Lantung Bengkulu: Warisan Budaya yang Tetap Hidup

Rabu 28-05-2025,18:50 WIB
Reporter : Romdani
Editor : Budi Setiawan

MEDIALAMPUNG.CO.ID – Provinsi Bengkulu dikenal dengan kekayaan budayanya yang sangat beragam. 

Salah satu warisan budaya yang masih bertahan hingga kini adalah kerajinan kulit lantung, sebuah hasil karya tradisional yang diwariskan secara turun-temurun oleh masyarakat lokal, khususnya di kalangan suku Rejang dan Serawai.

Kerajinan kulit lantung bukan sekadar hasil seni, tetapi juga mencerminkan kearifan lokal serta hubungan harmonis antara manusia dan alam. 

Kulit lantung ini berasal dari kulit pohon terap atau Artocarpus elasticus, yang banyak tumbuh di wilayah hutan tropis Sumatera.

BACA JUGA:Budaya Adat Bengkulu: Keunikan dan Kearifan Lokal

Kulit kayu tersebut diolah menggunakan teknik tradisional menjadi lembaran tipis yang menyerupai kain. 

Dengan karakteristiknya yang kuat, alami, dan ramah lingkungan, kulit lantung menjadi bahan yang bernilai tinggi dalam dunia kerajinan.

Sejak zaman dahulu, masyarakat Bengkulu telah memanfaatkan kulit lantung untuk berbagai keperluan seperti pakaian adat, alas tidur, hingga pelapis dinding rumah. 

Nilai budaya yang melekat pada bahan ini sangat tinggi karena erat kaitannya dengan cara hidup masyarakat asli yang bergantung pada sumber daya alam.

BACA JUGA:Tradisi Belian di Riau: Warisan Leluhur untuk Keselamatan dan Pengobatan

Seiring perkembangan zaman, pemanfaatan kulit lantung pun semakin meluas. 

Kini, bahan ini tidak hanya digunakan untuk keperluan tradisional, melainkan juga dijadikan berbagai produk kerajinan dan seni bernilai estetika tinggi. 

Transformasi ini menunjukkan bahwa masyarakat Bengkulu mampu beradaptasi tanpa meninggalkan akar budayanya.

Proses pembuatan kulit lantung masih dilakukan secara tradisional hingga hari ini. 

BACA JUGA:Kain Songket Siak: Warisan Budaya Riau yang Penuh Makna

Kategori :