Dengan sistem berbasis teknologi real time yang mudah dioperasikan, PELNI kini dapat mengelola arus kas secara terpusat, cepat, dan akurat.
Hal ini diyakini akan membantu optimalisasi pengelolaan keuangan internal, memperkuat sinergi antar unit bisnis, dan menciptakan efisiensi operasional yang signifikan.
Dalam pernyataannya, BRI menegaskan komitmennya untuk terus menjadi mitra strategis bagi BUMN seperti PELNI.
Fokus utama mereka adalah memberikan solusi keuangan yang terintegrasi dan berkelanjutan.
BACA JUGA:Dolar AS Tak Lagi Jadi Andalan, Rupiah Punya Peluang Menguat
“Kami mengedepankan prinsip kehati-hatian, layanan prima, dan inovasi keuangan yang relevan dengan kebutuhan industri. Tujuan akhirnya adalah mendukung misi strategis negara melalui dukungan kepada entitas penting seperti PELNI,” kata Riko Tasmaya, Direktur Corporate Banking BRI.
Bagi PELNI sendiri, kerja sama ini merupakan batu loncatan untuk memperkuat investasi jangka panjang, terutama di sektor transportasi laut komersial.
Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko PELNI, Anik Hidayat, menjelaskan bahwa pinjaman dari BRI akan diarahkan untuk mendukung pengembangan layanan sekaligus ekspansi bisnis.
“Sebagai satu-satunya BUMN pelayaran yang memegang mandat strategis dari negara, kami punya tanggung jawab besar untuk menjaga aksesibilitas dan konektivitas antar wilayah. Dana dari BRI akan membantu kami merealisasikan investasi di kapal-kapal baru dan memperbaiki armada yang sudah ada,” ujarnya.
BACA JUGA:Harga Minyak Dunia Tertekan, Stok Minyak Mentah AS Naik
Kerja sama antara BRI dan PELNI ini bukan hanya tentang angka-angka finansial.
Lebih dari itu, ini adalah bentuk nyata dari sinergi antar BUMN yang bertujuan membangun ekosistem maritim nasional yang lebih kuat, efisien, dan terintegrasi.
Dengan dukungan teknologi dan sistem keuangan modern, kolaborasi ini diharapkan mampu membawa dampak positif jangka panjang bagi masyarakat dan pembangunan nasional.