Bahasa Aceh digunakan dalam komunikasi sehari-hari di berbagai wilayah provinsi ini. Meskipun memiliki beberapa dialek lokal, bahasa ini menjadi lambang identitas yang mengikat masyarakatnya. Selain bahasa Aceh, bahasa Indonesia juga digunakan dalam konteks formal.
Busana Tradisional
Pakaian adat Aceh mencerminkan nilai sopan santunserta keanggunan. Pakaian Pria biasanya menggunakan pakaian yang panjang disebut Linto Baro, yang dilengkapi dengan penutup kepala. Sementara perempuan mengenakan pakaian yang disebut Dara Baro, lengkap dengan kain songket dan perhiasan. Pakaian tersebut umumnya dikenakan dalam acara resmi ataupun pernikahan adat.
BACA JUGA:Deretan Jam Tangan Hush Puppies untuk Wanita: Elegan, Modern, dan Fungsional
Kehidupan Religius
Mayoritas masyarakat Aceh adalah Muslim yang taat. Nilai-nilai Islam sangat melekat dalam kehidupan sosial, pendidikan, hingga hukum adat.
Bahkan, Aceh menjadi satu-satunya provinsi di Indonesia yang menerapkan hukum syariat Islam secara resmi. Hal ini memengaruhi seluruh aspek budaya dan kehidupan masyarakatnya.
Kebudayaan Aceh merupakan salah satu kekayaan bangsa Indonesia yang patut dijaga dan dihargai.
BACA JUGA:Gelombang Raksasa 100 Meter Menyapu Ambon, 2.000 Jiwa Lebih Tewas dalam Sekejap
Dengan warisan sejarah yang panjang, nilai keagamaan yang kuat, serta tradisi dan kesenian yang masih hidup, suku Aceh menjadi contoh bagaimana budaya lokal tetap bisa eksis di tengah arus modernisasi.
Menjaga budaya seperti ini bukan hanya tugas masyarakat Aceh, tetapi juga seluruh rakyat Indonesia yang mencintai keanekaragaman budaya bangsa.(*)