Kawah Ratu merupakan yang paling populer, dengan ukurannya yang luas dan warna tanah yang bervariasi akibat kandungan belerang—mulai dari putih, abu-abu, hingga kuning. Asap putih yang mengepul dari dasar kawah menambah suasana magis di area tersebut.
Meski bau belerang cukup menyengat, banyak pengunjung tetap bertahan demi menikmati keindahan alamnya.
Bahkan, beberapa orang percaya bahwa uap dari belerang ini bermanfaat bagi kesehatan, khususnya untuk pernapasan ringan.
Fasilitas di kawasan wisata ini pun tergolong lengkap. Terdapat lahan parkir yang luas, penjual makanan dan minuman, toko suvenir, hingga jasa pemandu wisata yang siap memberikan informasi sejarah dan geologi gunung.
BACA JUGA:Selama Libur Waisak, KAI Divre IV Tanjung Karang Layani 15.930 Penumpang
Selain Kawah Ratu, ada pula Kawah Domas dan Kawah Upas yang menawarkan pengalaman berbeda. Di beberapa lokasi, wisatawan bahkan dapat merebus telur di sumber air panas alami.
Gunung ini juga memiliki peran penting dalam dunia pendidikan dan penelitian, khususnya dalam bidang vulkanologi dan geologi.
Sebagai gunung berapi yang masih aktif, aktivitasnya dipantau secara berkala oleh lembaga berwenang guna menjaga keselamatan masyarakat dan wisatawan.
Nilai ilmiah ini menjadikan kawasan Gunung Tangkuban Perahu sebagai tempat belajar yang menarik.
BACA JUGA:BREAKING NEWS! Pendaki Gunung Pesagi Ditemukan Meninggal Saat Perjalanan Turun
Banyak pelajar, mahasiswa, bahkan tim produksi film dan dokumenter memanfaatkan lokasi ini sebagai objek kajian atau latar visual yang kaya akan narasi budaya dan keindahan alam.
Bagi masyarakat Sunda, Tangkuban Perahu tidak hanya gunung biasa, melainkan simbol warisan nilai-nilai luhur yang diwariskan turun-temurun. Ia menjadi pengingat akan pentingnya sejarah, hubungan keluarga, serta penghargaan terhadap alam.
Mengunjungi Gunung Tangkuban Perahu bukan sekadar rekreasi, tetapi juga perjalanan menyelami makna budaya dan kebijaksanaan lokal.
Tak heran jika destinasi ini selalu ramai saat akhir pekan maupun liburan, dikunjungi oleh wisatawan domestik maupun mancanegara yang ingin merasakan langsung perpaduan antara keindahan alam dan legenda yang hidup dalam masyarakat Sunda.(*)