Artinya, satu gram oligoporin D cukup untuk membuat lebih dari 100 bak mandi air terasa pahit.
Zat ini bahkan lebih pahit dari denatonium benzoat, yang selama ini dikenal sebagai zat paling pahit di dunia.
Meski tidak bisa dikonsumsi langsung, jamur ini memiliki peran ekologis sebagai dekomposer yang mendaur ulang nutrisi hutan.
Lebih jauh lagi, senyawa pahit dari jamur berpotensi digunakan dalam pengembangan makanan fungsional.
BACA JUGA:Indonesia Masuki Fase Darurat Gas Bumi, Ini Langkah Alternatif yang Disiapkan
Beberapa manfaat senyawa pahit antara lain: menstimulasi pencernaan, memberi rasa kenyang lebih lama, serta mempengaruhi sistem imun.
Reseptor pahit tidak hanya berada di lidah, tapi juga tersebar di saluran pencernaan, paru-paru, dan jantung, membuka peluang pemanfaatan terapeutik.
“Rasa pahit bukan selalu tanda bahaya,” kata Behrens. “Justru banyak senyawa pahit punya manfaat fisiologis yang belum sepenuhnya kita pahami.”
Penemuan ini menandai awal dari babak baru riset rasa. Bukan hanya soal selera, pahit juga berperan dalam kesehatan dan teknologi pangan masa depan.
BACA JUGA:Resep Nasi Goreng Rumahan: Praktis, Lezat, dan Siap Disajikan dalam 10 Menit
Dengan semakin lengkapnya data tentang struktur kimia dan mekanisme senyawa pahit, ilmuwan kini bisa mengembangkan model prediktif untuk menemukan senyawa baru yang bermanfaat.
Studi ini tak hanya memperluas wawasan kita tentang rasa, tetapi juga membuka pintu inovasi menuju produk pangan dan kesehatan yang lebih canggih dan adaptif terhadap kebutuhan tubuh manusia.