Busana dan Aksesori Adat
Dalam pertunjukan ini, para penari mengenakan pakaian adat Lampung yang penuh dengan unsur tradisional.
Penari perempuan menggunakan Siger di kepala sebagai lambang kebesaran perempuan Lampung, dipadukan dengan kebaya beludru serta kain Tapis yang merupakan kain khas Lampung.
Aksesori tambahan seperti gelang dan kalung juga turut memperkuat nuansa budaya yang dibawa oleh tarian ini.
BACA JUGA:Disdukcapil Bandar Lampung Buka Layanan Cetak Ulang Dokumen Rusak Akibat Banjir
Musik Pengiring dan Suasana Pementasan
Tari ini biasanya digelar dalam bangunan adat bernama sesat, tempat berkumpulnya tokoh-tokoh adat pada saat upacara berlangsung.
Musik pengiringnya berasal dari alat tradisional yang disebut Gamolan, memberikan irama khas yang memperkuat kesakralan suasana.
Pementasan berlangsung selama beberapa menit, diiringi musik dan gerak yang berirama lembut namun penuh makna.
Tarian ini mengalir secara bertahap, mulai dari penyambutan hingga penyerahan persembahan, lalu diakhiri dengan keluarnya penari secara perlahan sebagai bentuk penutup yang anggun.
BACA JUGA:Menjelajahi Cita Rasa Sambal Ikan Asin: Paduan Sederhana yang Menggoda
Gerakan dan Filosofi Tarian
Salah satu ciri khas gerakan dalam Tari Batin adalah gerakan tangan yang disebut ngakladai. Gerakan ini menyerupai elang yang terbang mengitari langit, menggambarkan kebebasan, keanggunan, dan kekuatan.
Tarian ini juga menampilkan persembahan simbolik, seperti pemberian sirih kepada tamu kehormatan, yang menjadi lambang penghormatan tertinggi dalam adat Lampung.
Semua gerakan dilakukan dengan penuh kelembutan dan kehati-hatian, mencerminkan sikap masyarakat adat yang menjunjung tinggi tata krama.
BACA JUGA:Polres Lamsel Sosialisasi Pemutihan Pajak dan Kelengkapan Surat Kendaraan