Tiga Tradisi Lampung Barat Resmi Ditetapkan Sebagai WBTbI Tahun 2025
Tiga Warisan Lampung Barat Resmi Ditetapkan Sebagai WBTbI Tahun 2025. - Foto Istimewa--
LAMBAR, MEDIALAMPUNG.CO.ID - Kabupaten Lampung Barat kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat nasional. Sebanyak tiga tradisi budaya asal Lampung Barat resmi ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia (WBTbI) Tahun 2025, bersama dengan sembilan tradisi lain dari Kabupaten/Kota di Provinsi Lampung.
Penetapan ini diumumkan secara resmi oleh Tim Ahli WBTbI Tahun 2025 bersama Kementerian Kebudayaan RI, melalui Pengumuman Hasil Sidang Penetapan WBTb Indonesia yang berlangsung siang ini di Hotel Sutasoma, Jakarta, dan dibacakan langsung oleh Direktur Warisan Budaya, Direktorat Jenderal Perlindungan Kebudayaan dan Tradisi Kementerian Kebudayaan RI, Bapak I Made Dharma Suteja.
Sebelumnya, pada 5 Oktober 2025, telah dilaksanakan Paparan Akhir WBTbI Tahun 2025 di hadapan 20 orang Tim Ahli WBTbI dan jajaran Direktorat Jenderal Perlindungan Kebudayaan dan Tradisi Kementerian Kebudayaan RI, bertempat di Hotel Sutasoma Jakarta Selatan.
Paparan tersebut diikuti oleh Tim WBTbI Provinsi Lampung, terdiri dari Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung yang diwakili oleh Kepala Bidang Kebudayaan Dra. Heni Astuti, M.IP, Kepala BPK Wilayah VII Bengkulu–Lampung Rois Leonard Arios, S.Sos, Kabid Kebudayaan Kabupaten Lampung Barat Endang Guntoro, S.H., M.M., Kabid Kebudayaan Kabupaten Lampung Timur Reny Octaria, S.A.N., serta Tim Ahli WBTbI Provinsi Lampung. Dari 12 karya budaya asal Provinsi Lampung yang berhasil ditetapkan dalam WBTbI 2025, tiga diantaranya berasal dari Kabupaten Lampung Barat, yaitu:
BACA JUGA:Parosil Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Anak Lampung Barat Putus Sekolah
1. Sekhaddam
Karya budaya unik berupa alat musik tiup bambu tunggal yang disertai sastra lisan (Hahiwang dan Ngehahado) dalam permainannya. Berbeda dari alat musik suling pada umumnya, Sekhaddam masuk dalam domain tradisi dan ekspresi lisan, bukan seni pertunjukan.
Bersumber dari pengaruh Pagaruyung (Sumatera Barat) dan berkembang di Bumi Sekala Brak, Lampung Barat, Sekhaddam digunakan untuk menyampaikan perasaan dan ratapan hati melalui nada-nada pilu yang penuh makna filosofis.
Alat musik ini dimainkan menggunakan bambu bamban, menghasilkan nada pentatonis yang khas dan biasanya mengiringi ungkapan lisan penuh nilai-nilai kearifan lokal. Maestro sekhaddam yang masih eksis hingga hari ini adalah Among Zuntawi (85 th, way mengaku) dan generasi penerusnya Edythia Rio Wirawan (38th, Sebelat)
BACA JUGA:Filosofi Tari Nyambai Bebakhong, Simbol Keakraban dan Harmoni Masyarakat Lampung
2. Takhi Halibambang
Tarian sakral yang berasal dari Batu Brak, Lampung Barat, dikenal sebagai negeri adat dan negeri asal Saibatin. Pada masa lampau, tarian ini merupakan persembahan bagi raja yang dibawakan oleh empat gadis dari empat Kepaksian di Sekala Brak (Kepaksian Pernong, Paksi Buay Bejalan Diway, Paksi Buay Belunguh, dan Kepaksian Nyerupa).
Seiring perkembangan zaman dan masuknya Islam ke Sekala Brak, tarian ini berubah menjadi simbol komunikasi antara manusia dengan Tuhannya, mencerminkan kelembutan, keindahan, dan kesopanan. Gerakannya menggambarkan kupu-kupu yang indah dan bebas, dengan nilai filosofis tentang kebebasan, kehormatan, dan pertimbangan dalam hidup.
Kini, Takhi Halibambang menjadi tarian penyambutan adat Lampung Saibatin, namun tetap dijaga kesuciannya dengan aturan ketat penari dan busana adat khas Saibatin Paksi Pak Sekala Brak Lampung Barat. Narasumber yang bisa dihubungi terkait Takhi halimbambang adalah Drs. Nurdin Darsan (64 th) di Pekon Balak Kecamatan Batu Brak.
BACA JUGA:Mengenal Tradisi Ngaben dan Nyekah, Upacara Kematian Suci di Bali
3. Teteduhan
Sebuah tradisi lisan kuno yang hidup di masyarakat Saibatin Lampung Barat, berisi permainan kata, teka-teki, dan ungkapan kiasan dalam Bahasa Lampung. Awalnya digunakan sebagai hiburan, media komunikasi antar muda-mudi, dan pengisi waktu senggang, namun juga memiliki fungsi pendidikan moral dan sosial.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:




