Tari Melinting dari Lampung Timur: Sejarah, Makna, dan Gerakan

Senin 28-04-2025,14:31 WIB
Reporter : Romdani
Editor : Budi Setiawan

Babar kipas, Jung sumbah, Sukung sekapan, Kenui melayang, Balik palau, Nyiduk, Suali, Salaman, Niti batang, Lutcat kijang, Lapah ayun

BACA JUGA:Pemerintah Diminta Teguh Hadapi Kritik AS soal QRIS: Momentum Perkuat Ekonomi Digital Nasional

Gerakan Penari Perempuan:

Sebaliknya, penari perempuan menampilkan gerakan yang lebih lembut dan anggun, di antaranya:

Babar kipas, Jung sumbah, Timbangan, Sukung sekapan, Melayang, Ngiyen bias, Nginjak tahi manuk, Nginjak lado, Lapah ayun

Gerakan Tari Melinting terbagi menjadi dua jenis. Pertama, gerak murni yang semata-mata menonjolkan keindahan. 

Kedua, gerak maknawi, yaitu gerakan yang sarat makna seperti ungkapan rasa hormat, sukacita, dan harapan baik.

Kombinasi kedua jenis gerakan ini membuat Tari Melinting menjadi sajian pertunjukan yang kaya estetika dan nilai budaya.

BACA JUGA:Deretan Jam Tangan yang Paling Diminati Masyarakat Indonesia

Musik Pengiring Tari Melinting 

Tari Melinting diiringi musik tradisional Lampung yang khas. Salah satu alat musik yang digunakan adalah kalo bala, sejenis alat musik petik tradisional. 

Musik ini memberikan irama dan suasana yang mendukung setiap gerakan tarian.

Harmonisasi antara musik dan gerakan membuat Tari Melinting terasa hidup dan mampu menyampaikan berbagai emosi kepada penonton.

Tari Melinting merupakan cerminan dari kekayaan sejarah dan budaya Lampung Timur. 

Perjalanan panjang dari tarian sakral di lingkungan kerajaan hingga menjadi tarian rakyat yang bisa dinikmati semua kalangan, menunjukkan betapa pentingnya pelestarian budaya.

Melalui berbagai upaya pengembangan dan pertunjukan di berbagai ajang, Tari Melinting terus tumbuh sebagai identitas yang membanggakan bagi masyarakat Lampung. 

Kategori :