Renata menambahkan bahwa perkembangan hubungan antara Indonesia dan Jerman, terutama dalam bidang teknologi dan pendidikan, juga turut mendorong gelombang kedatangan baru WNI ke negara tersebut.
“Gelombang selanjutnya diperkirakan dikarenakan kerja sama di bidang teknologi dan pemberian beasiswa kepada anak-anak Indonesia oleh Departemen Riset dan Teknologi yang dipimpin mendiang Bapak B.J. Habibie,” jelasnya.
Menurut Renata, persepsi positif dari masyarakat Jerman terhadap WNI menjadi aset sosial yang sangat penting dalam membangun kemitraan strategis antara kedua negara.
Hal ini semakin memperkuat hubungan diplomatik dan ekonomi antara Indonesia dan Jerman.
Salah satu warga Indonesia yang bekerja di Hamburg, Abib, menyatakan bahwa masyarakat Indonesia diterima dengan baik oleh warga Jerman.
"Komunitas-komunitas masyarakat Indonesia secara berkala bertemu dan bersilaturahmi di Konjen atau di apartemen salah satu anggota," ungkapnya.
Hubungan yang erat ini mencerminkan betapa pentingnya menjaga kebersamaan dan persaudaraan di perantauan.
KJRI Hamburg sendiri memiliki peran penting dalam memfasilitasi hubungan baik antara warga Indonesia dan pemerintah Jerman.
Wilayah kerja KJRI Hamburg mencakup dua kota dengan status negara bagian khusus, yaitu Hamburg dan Bremen, serta dua negara bagian lainnya, Niedersachsen dan Schleswig-Holstein.
Secara geografis, wilayah ini memiliki akses ke Laut Baltik, Laut Utara, dan Sungai Elba, yang merupakan salah satu sungai utama di Jerman.
Selain dari aspek sosial dan budaya, wilayah kerja KJRI Hamburg juga memiliki keunggulan ekonomi.
Beberapa industri besar yang beroperasi di wilayah ini, antara lain industri penerbangan (Airbus dan Lufthansa Technik), otomotif (Volkswagen dan Mercedes-Benz), serta industri kemaritiman (Meyer Werft dan Hapag Lloyd).
Tidak hanya itu, sektor logistik, life sciences, dan energi terbarukan juga berkembang pesat di wilayah ini.
Dengan adanya potensi ekonomi dan sosial-budaya yang besar, hubungan antara Indonesia dan Jerman diperkirakan akan semakin erat di masa depan.
Data per 31 Agustus 2024 mencatat bahwa terdapat 6.655 masyarakat Indonesia yang tinggal di wilayah kerja KJRI Hamburg.
Dari jumlah tersebut, 38% adalah pelajar dan mahasiswa, sedangkan sisanya terdiri dari ibu/bapak rumah tangga, karyawan, dosen, akademisi, dan profesional lainnya.