Medialampung.co.id, SUKAU - Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) nampkanya harus menjadi perhatian khusus bagi organisasi perangkat daerah (OPD) terkait. Pasalnya, satu warga di Pekon Bandarbaru, Kecamatan Sukau harus dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah Alimuddin Umar (RSUDAU) karena mengalami gejala DBD.
Kepala UPT Puskesmas Buaynyerupa, Sardi, S.K.M.,mengatakan pihaknya telah menerima laporan terkait adanya satu warga yang kembali terkena gejala DBD. Awalnya, kata dia, warga tersebut menjalani pemeriksaan di salah satu tenaga bidan di wilayah setempat, setelah selama empat hari muncul tanda-tanda bintik merah, yang diduga kuat pertanda pasien mengalami DBD. “Kami sudah terima informasi, awalnya pasien mengalami demam kemudian melakukan pemeriksaan ke bidan, setelah sehat dan sudah beraktivitas kembali Hanya berselang empat hari kondisi kembali drop dan setelah diperiksa muncul bintik merah,” terang Sardi. Mengingat riwayat pasien merupakan warga tetap dan tidak pernah keluar daerah, kata dia, maka pihaknya saat ini sedang melakukan penelitian epidemiologi (PE) untuk memantau jentik atau nyamuk Aedes Aegipty di sekitar pemukiman penderita. “Saat ini kami sedang melakukan PE untuk melihat keberadaan lokasi yang berpotensi terdapat jentik nyamuk Aedes Aegipty dan jika ditemukan akan kita lakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) dengan menabur serbuk abate bahkan jika diperlukan Fogging,” imbuhnya. Dengan adanya laporan suspect tersebut, terhitung hingga pertengahan Juni 2019, pihaknya telah mencatat 9 kasus DBD, namun tujuh diantaranya merupakan penyakit impor. “Secara keseluruhan hampir semuanya impor, diantara penderitanya adalah mahasiswa karena saat kembali ke Lambar mereka langsung menderita DBD,” tuturnya. Sebagai bentuk antisipasi, pihaknya juga telah memberikan edukasi kepada masyarakat sebagai bentuk peningkatan kewaspadaan terhadap penyakit DBD, salah satunya mengajak masyarakat menjaga hidup bersih dan sehat. Sekaligus menerapkan pola 3M plus yakni mengubur barang bekas, menguras tempat penampungan air dan menutup tempat penampungan air sedang kan plus nya adalah hindari gigitan nyamuk, tidur pakai kelambu, dan memakai obat nyamuk. “Upaya pembasmian sarang nyamuk harus diawali dengan budaya yang sehat di tengah masyarakat. Kemudian perlu juga diketahui bahwa kita bisa mengetahui ciri-ciri jentik nyamuk Aedes Aegipty diantaranya dalam genangan air, posisi jentik nyamuk dalam posisi tegak lurus atau vertikal, tentu itu pengetahuan dasar yang perlu diketahui masyarakat luas,” tandasnya.(edi/mlo)Lagi, Satu Warga Suspect DBD
Kamis 20-06-2019,15:46 WIB
Editor : Budi Setiyawan
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Kamis 16-07-2026,15:40 WIB
Sekda Lampung Tengah Diperiksa, Polda Lampung Kembangkan Kasus Korupsi Honorer Metro
Kamis 16-07-2026,19:42 WIB
Kuasa Hukum Bawa Kasus Wildan ke Polda Lampung
Kamis 16-07-2026,15:51 WIB
SDN 1 Gedung Meneng Hanya Dapat 2 Murid, DPRD Minta Disdik Cari Penyebabnya
Kamis 16-07-2026,15:19 WIB
Libur Sekolah 2026, KAI Divre IV Tanjung karang Layani 87.762 Penumpang Kereta Api
Kamis 16-07-2026,15:24 WIB
Damkarmat Bandar Lampung Petakan Enam Wilayah Rawan Karhutla
Terkini
Jumat 17-07-2026,13:31 WIB
Hari Koperasi ke-79, Pemprov Lampung Perkuat Sinergi Bangun Ekonomi Kerakyatan
Kamis 16-07-2026,22:42 WIB
Wamenperin Tinjau Lokasi Calon Balai Diklat Industri di Lampung, Pemprov Siapkan Lahan 7 Hektare
Kamis 16-07-2026,19:42 WIB
Kuasa Hukum Bawa Kasus Wildan ke Polda Lampung
Kamis 16-07-2026,15:51 WIB
SDN 1 Gedung Meneng Hanya Dapat 2 Murid, DPRD Minta Disdik Cari Penyebabnya
Kamis 16-07-2026,15:40 WIB