Medialampung.co.id - Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) nampaknya harus menjadi perhatian bagi semua pihak, mengingat jumlah penderita tahun ini terus mengalami peningkatan seperti di Kecamatan Sukau, Kabupaten Lampung Barat.
Belum lama ini puskesmas setempat kembali menerima laporan satu pasien suspect DBD di Pekon Hanakau Kecamatan Setempat hingga harus di rawat di Rumah Sakit Umum Daerah Alimudin Ummar (RSDAU) Kepala UPT Puskesmas Buaynyerupa, Sardi, S.K.M., mengatakan pihaknya telah menerima laporan terkait adanya satu warga yang kembali menjadi suspect DBD. Namun pihaknya memastikan, bahwa penyakit yang disebabkan oleh gigitan nyamuk Aedes Aegypti tersebut merupakan penyakit impor, karena sebelumnya penderita sempat bepergian keluar daerah. “Iya ada satu laporan kasus suspect DBD, tapi saat ini kondisi pasien sudah pulih setelah di rawat di RSUDAU, berdasarkan hasil pemantauan, kasus ini merupakan penyakit impor, karena pasien sempat pergi keluar daerah dan saat kembali terserang DBD,” terang Sardi. Sehingga, dengan adanya penderita suspect DBD itu tentu menambah daftar jumlah warga yang terserang DBD yang tercatat hingga pertengahan November mencapai 29 pasien suspect DBD. “Sampai saat ini tercatat sudah ada 29 pasien yang mengalami suspect DBD, memang tahun ini jumlah penderita meningkat sekitar 50 persen jika dibanding tahun sebelumnya, dari jumlah itu juga hampir merata tersebar di 10 pekon,” kata dia. Untuk penanganan, kata dia pihaknya telah melakukan fogging di sejumlah wilayah seperti di pekon Pagardewa, karena di wilayah pekon itu tercatat ada 8 kasus suspect DBD. “Sebelumnya kami sudah melakukan fogging ke sejumlah lokasi yang berpotensi terdapat jentik nyamuk Aedes Aegypti sekaligus melakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) dengan menabur serbuk abate,” imbuhnya. Sebagai bentuk antisipasi, pihaknya juga telah memberikan edukasi kepada masyarakat sebagai bentuk peningkatan kewaspadaan terhadap penyakit DBD, salah satunya mengajak masyarakat menjaga hidup bersih dan sehat. Sekaligus menerapkan pola 3M plus yakni mengubur barang bekas, menguras tempat penampungan air dan menutup tempat penampungan air sedang kan plus nya adalah hindari gigitan nyamuk, tidur pakai kelambu, dan memakai obat nyamuk. “Upaya pembasmian sarang nyamuk harus diawali dengan budaya yang sehat di tengah masyarakat. Kemudian perlu juga diketahui bahwa kita bisa mengetahui ciri-ciri jentik nyamuk Aedes Aegypti diantaranya dalam genangan air, posisi jentik nyamuk dalam posisi tegak lurus atau vertikal, tentu itu pengetahuan dasar yang perlu diketahui masyarakat luas,” kata dia. Pihaknya menegaskan temuan kasus suspect DBD akan mengancam, apabila masyarakat tersebut tidak menerapkan pola hidup bersih dan sehat. Untuk itu, pihaknya berharap temuan kasus suspect DBD ini menjadi yang terakhir dan masyarakat dapat berperan serta dalam upaya pemberantasan sarang nyamuk.(edi/mlo)Tercatat Sudah 29 Kasus DBD di Sukau
Selasa 19-11-2019,15:42 WIB
Editor : Budi Setiyawan
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Senin 26-10-2026,18:03 WIB
Melawan Arus hingga Parkir Liar, Ini Sasaran Operasi Patuh Krakatau 2026
Senin 26-10-2026,17:53 WIB
Pengerukan Kaki Gunung Kucing Dipersoalkan, DPRD Minta Dampak Lingkungan Diperhatikan
Senin 26-10-2026,14:04 WIB
Podcast Dahlan Iskan: Febri Diansyah Pertanyakan Dakwaan Pemerasan terhadap Febrie Adriansyah
Senin 26-10-2026,16:24 WIB
Sebanyak 1.800 Calon Bendahara KDKMP di Lampung Ikuti Pelatihan dan Sertifikasi
Senin 26-10-2026,11:05 WIB
Pasokan Listrik Tetap Menyala, PLN Dukung Kunjungan Menko Pangan di Lampung
Terkini
Senin 26-10-2026,18:14 WIB
Peringati Sumpah Pemuda, PLN UID Lampung Ajak Dunia Usaha Kembangkan SPKLU
Senin 26-10-2026,18:03 WIB
Melawan Arus hingga Parkir Liar, Ini Sasaran Operasi Patuh Krakatau 2026
Senin 26-10-2026,17:53 WIB
Pengerukan Kaki Gunung Kucing Dipersoalkan, DPRD Minta Dampak Lingkungan Diperhatikan
Senin 26-10-2026,16:46 WIB
Hujan Redakan Kebakaran TNWK, Gubernur Mirza Ungkap Kendala Pemadaman di Lahan Gambut
Senin 26-10-2026,16:24 WIB