Medialampung.co.id - Bupati Lampung Barat (Lambar) Hi. Parosil Mabsus sangat menyayangkan terkait masih adanya peratin di Lambar memiliki gaya kepemimpinan yang bersifat otoriter.
Hal itu disampaikan orang nomor wahid di Bumi Beguai Jejama Sai Betik tersebut dalam acara Musyawarah cabang dengan agenda pemilihan pengurus DPC Apdesi Lambar periode 2019-2024 di GSG Ratupiekulun, RSUD Alimuddin Umar Selasa (5/11). “Saya terima informasi bahwa di lambar ada peratin yang memiliki gaya kepemimpinan otoriter, hanya karena tidak suka dengan aparatnya sehingga memecat tanpa alasan yang kuat. Padahal kita ketahui bersama jika hal itu tidak boleh, kecuali kalau ada pelanggaran, itupun harus koordinasi dengan Kecamatan dan lembaga himpun pemekonan (LHP). Jadi tidak boleh main ambil keputusan sendiri,” ungkap Parosil. Untuk itu, kedepan, ia berharap kepada seluruh jajaran peratin agar kejadian itu tidak terulang, karena tanpa alasan apapun peratin tidak seharusnya mengambil keputusan sendiri terlebih atas dasar kepentingan pribadi. “Semua ada aturannya, meskipun bisa mengangkat bukan berarti bisa semaunya memberhentikan, apalagi atas dasar persoalan kepentingan pribadi,” tegasnya. Tidak hanya itu, Parosil menekankan agar peratin sudah saatnya pengelolaan dana desa (DD) dan alokasi dana pekon (ADP) dilakukan secara transparan dan melibatkan partisipasi aktif masyarakat. Tujuannya, agar kemajuan pekon dapat diukur dengan beberapa indikator, antara lain kemiskinan dan pertumbuhan ekonomi serta peningkatan infrastruktur. “Saya meyakini, jika pengelolaan DD dan ADP secara transparan, masyarakatnya akan terlibat berpartisipasi aktif. Kemajuan di pekon pun dapat diukur dengan beberapa indikator, yaitu kemiskinan dan pertumbuhan ekonomi masyarakat, sehingga harus ada inovasi untuk melepas pekon tertinggal,” ungkap Parosil. Menurut dia, pelaksanaan pembangunan dengan melibatkan masyarakat secara aktif, maka akan sangat membantu program pemerintahan. Salah satunya pengentasan kemiskinan. “Ini bisa jadi program pengentasan kemiskinan seperti memberikan peluang kerja bagi pengangguran dan warga kurang mampu, karena seyogyanya dana desa untuk masyarakat,” ujarnya Selain itu, dirinya juga mengimbau pemerintahan pekon di Kabupaten Lambar dalam pengelolaan dana desa agar melibatkan masyarakat mulai dari tahapan usulan, pelaksanaan hingga realisasinya. Adanya program dana desa dapat mengutamakan skala prioritas sehingga manfaatnya dapat dirasakan masyarakat. “Saya juga berharap pengelolaan dana desa tahun ini akan lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya. Pembangunan dan pemberdayaan yang dihasilkan dari program ini bukan hanya sekadar siap, tapi harus ada manfaatnya bagi masyarakat,” pintanya.(edi/mlo)Parosil Kecewa, Masih ada Peratin Bergaya Otoriter
Selasa 05-11-2019,17:40 WIB
Editor : Budi Setiyawan
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Minggu 10-05-2026,17:30 WIB
Pemkot Bandar Lampung Perbarui Masterplan Penanganan Banjir untuk Solusi Jangka Panjang
Minggu 10-05-2026,15:34 WIB
Nelayan Keluhkan Dugaan Perluasan Pagar Laut, Pihak Hotel Marriott Berkilah
Minggu 10-05-2026,16:14 WIB
Dirut BPJS Kesehatan Ikut Senam Dahlan Iskan, Kompak Kampanyekan Gaya Hidup Sehat
Minggu 10-05-2026,17:34 WIB
Pemkot Bandar Lampung Benahi Pengelolaan Sampah TPA Bakung
Minggu 10-05-2026,16:06 WIB
AZA dan Disway Grup Kirim Bantuan untuk Keluarga Almarhum Mandala
Terkini
Senin 11-05-2026,08:20 WIB
Inabuyer 2026 Dorong UMKM Binaan Pertamina Tembus Rantai Pasok Nasional
Minggu 10-05-2026,17:34 WIB
Pemkot Bandar Lampung Benahi Pengelolaan Sampah TPA Bakung
Minggu 10-05-2026,17:30 WIB
Pemkot Bandar Lampung Perbarui Masterplan Penanganan Banjir untuk Solusi Jangka Panjang
Minggu 10-05-2026,16:14 WIB
Dirut BPJS Kesehatan Ikut Senam Dahlan Iskan, Kompak Kampanyekan Gaya Hidup Sehat
Minggu 10-05-2026,16:06 WIB