Medialampung.co.id - Dampak pandemi Covid-19 berdampak terhadap penurunan pendapatan asli daerah (PAD) di Lampung Tengah. Lamteng memperkirakan PAD turun 50 persen dari target yang sudah ada.
"Penurunan PAD kita diperkirakan sekitar 50 persen dari target yang ada. Ini karena ada pemangkasan objek pajak. Terutama pajak daerah," kata Bupati Lamteng Loekman Djoyosomarto. Mengantisipasi hal ini, kata Loekman, memaksimalkan PAD yang diterima. "Kita maksimalkan PAD yang diterima. Kita gunakan sebaik-baiknya," katanya ujar berkata pusing kepala ini. Sebelumnya diberitakan, pendapatan daerah dalam RAPBD TA 2020 diperkirakan Rp2,703 triliun lebih atau naik 3,08 persen dibanding target pendapatan dalam APBD TA 2019 sebesar Rp2,635 triliun lebih. Bupati Lamteng Loekman Djoyosoemarto menyatakan pendapatan daerah berasal dari PAD Rp204,6 miliar lebih atau baik 2,67 persen dibanding target PAD dalam APBD TA 2019 sebesar Rp191,36 miliar lebih. "Kenaikan ini diperkirakan terjadi pada penerimaan pajak dan retribusi daerah serta Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) RSUD DSR. Rinciannya pajak daerah Rp87 miliar lebih atau naik 6,89 persen dibanding target dalam APBD TA sebesar Rp82,49 miliar lebih; retribusi daerah Rp9,82 miliar lebih atau naik 7,40 persen dibanding target dalam APBD TA 2019 sebesar Rp8,44 miliar lebih; hasil pengelolaan kekayaan daerah Rp7 miliar lebih atau naik 7,3 persen dibanding target dalam APBD TA 2019 sebesar Rp6,52 miliar lebih; dan lain-lain pendapatan yang sah Rp100,8 miliar lebih atau naik 7,32 persen dibanding target dalam APBD TA 2019 sebesar Rp93,89 miliar lebih," paparnya. Loekman melanjutkan, dana perimbangan direncanakan Rp1,898 triliun lebih atau naik 2,32 persen dibanding 2019 sebesar Rp1,847 triliun lebih. "Hal ini berdasarkan bagi hasil pajak dan bukan pajak yang direncanakan Rp41,2 miliar lebih atau turun 13,51 persen dibanding sebelumnya Rp47,67 miliar lebih; DAU Rp1,394 triliun lebih atau naik 1,19 persen dibanding sebelumnya Rp1,378 triliun lebih, di mana kenaikan ini diperuntukkan bagi gaji P3K; DAK diperkirakan Rp436,56 miliar lebih yang terdiri atas DAK fisik Rp137,5 miliar lebih dan DAK nonfisik Rp229 miliar lebih atau naik 3,45 persen dibandingkan sebelumnya Rp422 miliar lebih; serta DID ditargetkan Rp25,9 miliar lebih. Keseluruhan dana perimbangan berdasarkan informasi yang diterima dari Dirjen Perimbangan Keuangan Kemenkeu RI," ungkapnya. Lain-lain pendapatan daerah yang sah, kata Loekman, direncanakan Rp600,5 miliar lebih atau mengalami kenaikan 0,75 persen dibanding sebelumnya Rp596,11 miliar lebih. "Ini berasal dari pendapatan hibah yaitu untuk IPDMIP (Integrated Participatory Development and Management of Irrigation Program) dan dana BOS semula Rp154,9 miliar lebih mengalami kenaikan 0,09 persen dibanding target sebelumnya Rp154,8 miliar lebih; dana bagi hasil pajak provinsi Rp132,1 miliar lebih atau tak ada perubahan; dan alokasi dana desa Rp313,4 miliar lebih atau naik 1,40 persen dibanding target sebelumnya Rp309 miliar lebih," tegasnya. (sya/mlo)PAD Lamteng Diperkirakan Turun 50 Persen
Jumat 17-04-2020,14:26 WIB
Editor : Rakhmat Setiawan
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Rabu 15-04-2026,13:38 WIB
Rotasi 56 Pejabat: Strategi Baru Pemkab Lampung Selatan Dorong Kinerja Daerah
Rabu 15-04-2026,19:29 WIB
Sinergi Polres, Lapas, dan Rutan Kotabumi Gagalkan Penyelundupan Sabu, Oknum Pegawai Terlibat
Rabu 15-04-2026,18:52 WIB
Kunjungan Sespimti Polri, Gubernur Mirza Paparkan Strategi Ekonomi Lampung
Rabu 15-04-2026,15:42 WIB
Wagub Jihan Minta Deteksi Dini dan Perbaikan Hunian untuk Tekan TBC
Rabu 15-04-2026,14:48 WIB
Dua Kebakaran Terjadi di Bandar Lampung pada Rabu Pagi
Terkini
Kamis 16-04-2026,13:17 WIB
Korupsi proyek Tol Terpeka, Kejati Lampung kembalikan Rp7,8 miliar rupiah ke negara
Kamis 16-04-2026,13:02 WIB
Komisi I DPRD soroti perizinan gudang dan dampak kendaraan bertonase besar
Kamis 16-04-2026,12:53 WIB
Pemkot Bandar Lampung Salurkan Bantuan untuk Ribuan Korban Banjir, Siapkan Solusi Jangka Panjang
Kamis 16-04-2026,12:52 WIB
Pemkot Bandar Lampung Kucurkan Bantuan Rp 5 Miliar untuk Korban Banjir, Dorong Penanganan Terpadu
Kamis 16-04-2026,12:40 WIB