Dua Kebakaran Terjadi di Bandar Lampung pada Rabu Pagi
Kebakaran pertama terjadi di rumah milik Ibrahim Yusuf (84), seorang pensiunan Kementerian Keuangan Republik Indonesia, yang berlokasi di Kelurahan Tanjung Raya, Kecamatan Kedamaian. --
MEDIALAMPUNG.CO.ID - Di tengah kondisi banjir akibat hujan deras yang melanda Kota Bandar Lampung, dua peristiwa kebakaran terjadi di lokasi berbeda pada Rabu pagi, 15 April 2026.
Insiden ini menyebabkan kerusakan pada satu unit mobil mewah serta sebuah bengkel yang juga memiliki mesin Pertamini.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Bandar Lampung, Anthoni Irawan, menyampaikan bahwa petugas harus bekerja ekstra menangani dua kejadian tersebut di tengah cuaca ekstrim.
Kebakaran pertama terjadi di rumah milik Ibrahim Yusuf (84), seorang pensiunan Kementerian Keuangan Republik Indonesia, yang berlokasi di Kelurahan Tanjung Raya, Kecamatan Kedamaian. Laporan diterima petugas sekitar pukul 04.44 WIB.
“Berdasarkan keterangan, api diduga berasal dari korsleting listrik pada bagian depan mobil Mitsubishi Pajero Sport 2016 yang terparkir di garasi. Kobaran api kemudian membesar dan merambat ke bagian atap garasi hingga menjalar ke dalam rumah,”ucapnya.
Meski tidak ada korban jiwa, kebakaran tersebut menghanguskan kendaraan, perabot seperti sofa, serta dua unit pendingin ruangan.
Sebanyak 17 personel dengan empat armada dikerahkan untuk memadamkan api yang akhirnya berhasil dikendalikan sekitar pukul 05.30 WIB. Kerugian ditaksir mencapai Rp 350 juta.
Tak lama setelah itu, petugas kembali menerima laporan kebakaran kedua pada pukul 07.34 WIB. Peristiwa ini terjadi di sebuah bengkel milik warga bernama Deni (30) di Kelurahan Kangkung, Kecamatan Bumi Waras.
Menurut saksi di lokasi, api berasal dari aktivitas tambal ban yang kemudian menyambar mesin pengisian bahan bakar jenis Pertamini. Akibatnya, satu unit sepeda motor Honda Beat Street milik korban ikut terbakar.
“Sebanyak tujuh personel dari pos siaga setempat diterjunkan untuk mengatasi kebakaran tersebut. Meski area terdampak tidak terlalu luas, kerugian diperkirakan mencapai Rp 12 juta,”sambungnya.
Anthoni Irawan menjelaskan bahwa dugaan awal penyebab kedua kejadian adalah korsleting listrik dan kelalaian dalam aktivitas kerja. Namun, ia menegaskan bahwa penyebab pasti masih dalam proses penyelidikan oleh pihak kepolisian.
Ia juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, terutama yang berkaitan dengan instalasi listrik dan aktivitas berisiko tinggi, terlebih saat kondisi cuaca ekstrem masih berlangsung.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
