Pulau Satonda, Surga Tersembunyi di Utara Sumbawa
Pulau Satonda - Foto instagram @whoisdhonie--
MEDIALAMPUNG.CO.ID - Di tengah perairan biru Nusa Tenggara Barat, berdiri sebuah pulau kecil yang menyimpan keajaiban alam sekaligus misteri sejarah.
Namanya Pulau Satonda, gugusan karang yang tampak sederhana dari kejauhan, namun menyimpan pesona luar biasa ketika dijelajahi.
Pulau ini berada di wilayah Kabupaten Dompu, di sebelah barat laut Pulau Sumbawa, dan menjadi destinasi pilihan bagi wisatawan yang mencari ketenangan di tengah panorama tropis yang masih perawan.
Perjalanan menuju Satonda biasanya dimulai dari Pelabuhan Nangamiro, Dompu, atau dari Bima. Dari sana, wisatawan menempuh pelayaran sekitar satu hingga dua jam dengan perahu motor.
BACA JUGA:Savana Bekol, Lukisan Alam di Pulau Rinca yang Tak Lekang Waktu
Sepanjang perjalanan, birunya laut dan gugusan pulau kecil menjadi pemandangan yang memanjakan mata.
Air laut yang tenang membuat perjalanan terasa menyenangkan, seolah menuntun wisatawan memasuki dunia lain yang masih alami dan belum banyak tersentuh modernisasi.
Sesampainya di Satonda, pantai berpasir putih dan air laut sebening kristal langsung menyambut. Tidak ada hiruk pikuk pedagang atau bangunan permanen—hanya suara debur ombak dan hembusan angin laut.
Inilah daya tarik utama Satonda: kesunyian yang indah. Sebagian wisatawan menyebutnya sebagai “pulau yang tertidur”, karena suasananya yang begitu damai.
BACA JUGA:Gili Air, Surga Tenang di Ujung Lombok
Daya tarik paling unik dari Satonda adalah sebuah danau air asin yang berada di tengah pulau.
Warga setempat menyebutnya Danau Satonda, yang dipercaya terbentuk akibat letusan dahsyat Gunung Tambora pada tahun 1815.
Saat itu, gelombang besar dari letusan menimbulkan tsunami yang membawa air laut masuk ke kawah purba di Pulau Satonda.
Sejak saat itulah, danau ini berisi air asin dan menjadi salah satu fenomena geologi paling langka di dunia.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
