Pemkot Bandar Lampung Kebut PSEL, Target Rampung 2028
Pemkot Bandar Lampung berharap PSEL rampung 2028 sehingga seluruh sampah kota dapat dikelola melalui fasilitas terpadu.--
MEDIALAMPUNG.CO.ID – Pemerintah Kota Bandar Lampung terus mematangkan rencana pembangunan Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) untuk menjawab persoalan timbulan sampah yang terus meningkat di wilayah perkotaan.
Saat ini, proyek tersebut memasuki tahap penjajakan dengan pihak yang telah ditetapkan pemerintah pusat sebagai pemenang.
Pemkot Bandar Lampung berharap proses pembangunan PSEL dapat dimulai pada akhir 2026 atau paling lambat 2027.
Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bandar Lampung, Budi Ardiyanto, mengatakan komunikasi dengan pihak pemenang masih terus dilakukan untuk mematangkan rencana proyek tersebut.
BACA JUGA:Tawuran di Jalan Soekarno Hatta, Dua Remaja Terluka dan 2 Jadi Tersangka
“Untuk PSEL, saat ini pemenangnya sudah ada informasi dari pusat. Sekarang sedang dalam proses penjajakan. Mudah-mudahan akhir tahun 2026 atau 2027 sudah mulai proses pembangunan,” ujar Budi.
Pemkot Bandar Lampung menargetkan pembangunan fasilitas PSEL dapat diselesaikan pada 2028. Keberadaan fasilitas ini diharapkan menjadi bagian penting dari sistem pengelolaan sampah terpadu di Kota Bandar Lampung.
Setelah beroperasi, sampah yang dihasilkan masyarakat nantinya diharapkan dapat dialihkan ke fasilitas PSEL untuk diproses menjadi energi listrik.
Budi menyebut target penyelesaian pada 2028 menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah membangun sistem pengelolaan sampah yang lebih terintegrasi.
BACA JUGA:Locomotive Run 2026 Hadir di Bandar Lampung, KAI Padukan Lari dan Sport Tourism
“Harapannya tahun 2028 PSEL sudah selesai, sehingga semua sampah di Kota Bandar Lampung bisa kita kirimkan ke PSEL,” jelasnya.
Rencana pembangunan PSEL menjadi semakin penting karena timbulan sampah di Kota Bandar Lampung saat ini diperkirakan mencapai sekitar 700 ton setiap hari.
Besarnya volume sampah tersebut menjadi tantangan bagi pemerintah daerah. Sistem pengelolaan yang hanya mengandalkan pengumpulan, pengangkutan, dan pembuangan dinilai membutuhkan dukungan fasilitas pengolahan dengan kapasitas yang lebih besar.
Dengan produksi mencapai ratusan ton setiap hari, kebutuhan terhadap fasilitas yang mampu mengolah sampah secara berkelanjutan menjadi semakin mendesak.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

