Akademisi Unila: Instruksi Presiden Soal Bahasa Prancis Buka Peluang Besar Alumni dan Kuota Maba

Akademisi Unila: Instruksi Presiden Soal Bahasa Prancis Buka Peluang Besar Alumni dan Kuota Maba

Akademisi menilai kebijakan Bahasa Prancis wajib sekolah membuka peluang, namun kesiapan guru masih terbatas.--

MEDIALAMPUNG.CO.ID— Instruksi Presiden RI Prabowo Subianto agar Bahasa Prancis diterapkan sebagai mata pelajaran di seluruh jenjang pendidikan nasional mendapat sambutan positif dari kalangan akademisi.

Meski dinilai membuka peluang besar bagi dunia pendidikan dan lulusan, kebijakan ini juga diiringi catatan penting terkait kesiapan sumber daya manusia dan infrastruktur pendukung.

Pandangan tersebut disampaikan Kepala Program Studi Pendidikan Bahasa Prancis FKIP Universitas Lampung (Unila), Setia Rini, S.Pd., M.Pd., menanggapi pernyataan Presiden Prabowo dalam kunjungan kenegaraan di Istana Élysée, Paris, Kamis 28 Mei 2026.

“Kami dari bidang pendidikan Bahasa Prancis sangat berharap ini bukan hanya sekadar pidato, tetapi benar-benar menjadi realisasi nyata dari Presiden kita. Karena tentu saja ini membuka peluang yang sangat besar,” ujar Setia Rini saat dihubungi melalui pesan WhatsApp, Jumat 29 Mei 2026

BACA JUGA:BRI KKB The Elite Hadir dengan Bunga Ringan 3,75 Persen, Banyak Promo dan Keuntungan Menarik

Setia Rini menilai, jika kebijakan tersebut diterapkan dalam waktu dekat, dunia pendidikan belum sepenuhnya siap, khususnya dari sisi ketersediaan guru Bahasa Prancis.

Di Provinsi Lampung, sekolah yang menyelenggarakan mata pelajaran ini masih sangat terbatas dan mayoritas berada di wilayah ibu kota provinsi.

Berdasarkan data internal program studi, saat ini hanya enam sekolah di Lampung yang aktif mengajarkan Bahasa Prancis.

Di Bandar Lampung, pembelajaran tersebut berlangsung di SMAN 16 dengan empat kelas, SMAN 2 dengan tiga kelas yang sedang bersiap berkembang menjadi lima kelas, SMKN 3 dengan enam kelas, serta SMA Yadika dengan sembilan kelas.

BACA JUGA:Kinerja Keuangan BRI Tetap Solid, Likuiditas dan Permodalan Kuat hingga Triwulan I 2026

Sementara di luar Bandar Lampung, Bahasa Prancis aktif diajarkan di SMAN 2 Ulubelu, Kabupaten Tanggamus, dengan dua kelas, serta SMAN 1 Terusan Nunyai, Lampung Tengah, yang direncanakan membuka satu kelas pada tahun ajaran baru Juli 2026.

Adapun SMAN 2 Tumijajar dan SMAN 9 Bandar Lampung tercatat tidak lagi aktif menyelenggarakan mata pelajaran tersebut.

“Terkait kesiapan infrastruktur dalam konteks guru atau pengajar jelas sangat kurang sekali. Mungkin ini terjadi di seluruh Indonesia, termasuk di Lampung. Selain itu, infrastruktur penunjang seperti laboratorium, buku ajar, dan akses materi digital juga perlu segera diperkuat agar implementasinya tidak sekadar formalitas,” jelasnya.

Di balik keterbatasan tersebut, Setia Rini melihat kebijakan Presiden sebagai peluang strategis bagi penyerapan tenaga kerja lulusan Pendidikan Bahasa Prancis.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: