Gubernur Mirza Dorong SDM, Hilirisasi, dan Infrastruktur Jadi Pilar Pembangunan Lampung Utara
Musrenbang Penyusunan RKPD Lampung Utara--
MEDIALAMPUNG.CO.ID - Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, menegaskan pentingnya penguatan sumber daya manusia (SDM), hilirisasi komoditas unggulan, serta pembangunan infrastruktur sebagai pilar utama dalam mempercepat pembangunan di Kabupaten Lampung Utara.
Hal tersebut disampaikan Gubernur Mirza saat menghadiri Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Lampung Utara Tahun 2027 di Kotabumi, Kamis 26 Maret 2026.
Menurutnya, ketiga sektor tersebut menjadi kunci dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Ia mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk mengoptimalkan potensi lokal sebagai motor penggerak pembangunan daerah.
BACA JUGA:Dari 11 Km Jadi 138 Km, Solusi Besar Atasi Konflik di Way Kambas
Mirza menilai peningkatan kualitas SDM merupakan fondasi utama. Dengan potensi komoditas unggulan seperti ubi kayu, jagung, padi, kedelai, kopi, karet, dan pisang, Lampung Utara membutuhkan tenaga kerja yang terampil dan produktif agar mampu meningkatkan nilai tambah sektor pertanian.
Ia juga menekankan pentingnya pemerataan akses pendidikan dan layanan kesehatan, serta memastikan tidak ada lagi anak yang putus sekolah. Selain itu, kompetensi tenaga kerja harus disesuaikan dengan kebutuhan dunia usaha dan industri.
Berdasarkan data, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Provinsi Lampung berada di angka 73,98 (kategori tinggi), sementara Lampung Utara mencapai 72,28 dengan pertumbuhan 1,2 persen. Capaian ini dinilai perlu terus ditingkatkan guna mendorong kualitas hidup masyarakat.
Di sektor ekonomi, Mirza menyoroti pentingnya hilirisasi komoditas unggulan agar produk tidak hanya dijual dalam bentuk mentah, tetapi memiliki nilai tambah yang lebih tinggi dan daya saing yang kuat.
BACA JUGA:Arus Balik Lebaran, Terminal dan Stasiun di Bandar Lampung Dijaga Ketat
Sementara itu, pembangunan infrastruktur juga menjadi perhatian serius. Infrastruktur yang baik dinilai mampu memperlancar distribusi hasil pertanian, menekan biaya logistik, serta membuka akses pasar yang lebih luas.
Pada 2025, tingkat kemantapan jalan provinsi di Lampung mencapai 79,79 persen, sedangkan jalan di Lampung Utara sebesar 46,67 persen.
Untuk ruas jalan provinsi sepanjang 156,328 kilometer di wilayah tersebut, tingkat kemantapannya telah mencapai 93,58 persen.
Pada 2026, Pemprov Lampung mengalokasikan anggaran sebesar Rp1,98 miliar untuk penanganan jalan desa, Rp40,52 miliar untuk perbaikan jalan provinsi sepanjang 5,39 kilometer, serta Rp2,1 miliar untuk pembangunan satu jembatan di Lampung Utara.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:



