Ramadan
Pelantikan Kajari

Taur Kesanga di Kampung Bali, Warga Sambut Nyepi Saka 1948 dengan Khidmat

Taur Kesanga di Kampung Bali, Warga Sambut Nyepi Saka 1948 dengan Khidmat

Menyambut Hari Raya Nyepi, Taur Kesanga di Srimenanti berlangsung meriah dan sakral-Foto Dok-

MEDIALAMPUNG.CO.ID – Suasana penuh semangat, khidmat, dan kebersamaan begitu terasa di Kampung Bali, Pekon Srimenanti, Kecamatan Air Hitam, Kabupaten Lampung Barat, saat masyarakat setempat menggelar rangkaian Taur Kesanga dalam rangka menyambut Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1948.

Tradisi keagamaan umat Hindu tersebut berlangsung meriah dengan melibatkan seluruh lapisan masyarakat. Mulai dari anak-anak, remaja, hingga orang dewasa tampak antusias mengikuti setiap rangkaian kegiatan yang dipusatkan di Bali Dharma Kerti Srimenanti, Air Hitam.

Taur Kesanga sendiri merupakan salah satu ritual sakral yang menjadi bagian penting menjelang perayaan Hari Raya Nyepi.

Dalam tradisi umat Hindu, ritual ini memiliki makna mendalam sebagai upaya penyucian alam semesta dan diri manusia dari berbagai sifat buruk, sekaligus menjadi momentum introspeksi diri agar kehidupan ke depan dipenuhi ketenangan, kedamaian, dan keseimbangan.

Di Kampung Bali Srimenanti, pelaksanaan Taur Kesanga tidak hanya menjadi kegiatan keagamaan semata, tetapi juga menjadi simbol kuatnya pelestarian adat, budaya, serta nilai-nilai spiritual yang diwariskan secara turun-temurun oleh masyarakat Bali yang menetap di wilayah tersebut.

Sejak pagi hari, masyarakat sudah memadati lokasi kegiatan. Mereka datang dengan mengenakan busana adat Bali, membawa sarana upacara, serta mengikuti prosesi dengan penuh kekhusyukan.

Kehadiran anak-anak dalam kegiatan itu pun menjadi pemandangan yang menghangatkan, menandakan bahwa tradisi leluhur terus dikenalkan sejak dini agar tetap lestari di tengah perkembangan zaman.

Ketua Adat Bali Dharma Kerti Srimenanti, Wayan Darmawan, mengatakan bahwa Taur Kesanga merupakan momentum yang sangat penting bagi umat Hindu, khususnya masyarakat Bali di Pekon Srimenanti, untuk mempersiapkan diri secara lahir dan batin sebelum memasuki Hari Raya Nyepi.

“Taur Kesanga ini bukan hanya sekadar tradisi, tetapi menjadi bagian dari penyucian diri dan alam. Kami ingin menyambut Hari Raya Nyepi dengan hati yang bersih, pikiran yang jernih, dan niat yang tulus untuk menjadi pribadi yang lebih baik,” ujar Wayan Darmawan.

Ia menjelaskan, keterlibatan seluruh elemen masyarakat, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa, menjadi bukti bahwa nilai-nilai adat dan spiritual di Kampung Bali Srimenanti masih terjaga dengan baik.

“Kami sangat bersyukur karena dari anak-anak sampai orang dewasa semuanya ikut meramaikan Taur Kesanga ini. Ini menunjukkan bahwa kebersamaan dan semangat menjaga tradisi di Kampung Bali masih sangat kuat. Generasi muda juga kami libatkan agar mereka paham dan mencintai warisan budaya serta ajaran leluhur,” katanya.

Menurutnya, Hari Raya Nyepi bukan sekadar perayaan pergantian Tahun Baru Saka, melainkan momentum suci untuk melakukan introspeksi diri, menata batin, serta memperkuat hubungan manusia dengan Sang Pencipta, sesama, dan alam sekitar.

“Mari kita jadikan Nyepi sebagai sarana introspeksi diri yang tulus. Dengan merenung, menenangkan pikiran, dan membersihkan hati, kita berharap hidup menjadi lebih damai, lebih bijaksana, dan lebih harmonis,” ungkapnya.

Dalam suasana menjelang Hari Raya Nyepi tersebut, Wayan juga menyampaikan doa dan harapan agar seluruh umat senantiasa mendapat kedamaian serta perlindungan dari Ida Sang Hyang Widhi Wasa.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait