Upaya Memutus Rantai Kejahatan Digital Pentingnya Penindakan dan Literasi Keuangan
Kondisi ini sering dimanfaatkan oleh pihak tidak bertanggung jawab untuk melakukan penipuan atau penyalahgunaan data--
MEDIALAMPUNG.CO.ID - Maraknya kejahatan digital seperti pinjaman online ilegal dan praktik judi online menjadi perhatian serius berbagai pihak.
Langkah pemblokiran akun, nomor telepon, hingga situs yang terkait dengan aktivitas tersebut selama ini memang telah dilakukan, namun upaya tersebut dinilai belum mampu memberikan efek jera bagi para pelaku.
Ketua Sekretariat Satgas Pemberantasan Aktivitas Keuangan Ilegal (PASTI) di Otoritas Jasa Keuangan, Hudiyanto, menegaskan bahwa efek pencegahan yang lebih kuat baru akan terasa apabila penanganan tidak hanya berhenti pada pemblokiran.
Menurutnya, langkah yang lebih efektif adalah menghentikan aliran dana ilegal sekaligus menindak para pelaku melalui proses hukum.
BACA JUGA:KUR BRI 2026: Pinjaman Rp250 Juta Bisa Diakses Pelaku UMKM, Cicilan Mulai Rp4 Jutaan per Bulan
Hudiyanto menjelaskan bahwa selama ini tindakan yang dilakukan umumnya sebatas memblokir akun atau akses tertentu. Cara tersebut memang bisa menghambat sementara, tetapi belum memberikan dampak jangka panjang.
Ia menilai penelusuran rekening, pemutusan jalur transaksi keuangan, serta penangkapan dan penegakan hukum terhadap pelaku akan memberikan hasil yang jauh lebih efektif.
Selain itu, ia juga menekankan bahwa penanganan penipuan dan kejahatan digital tidak bisa dilakukan oleh satu lembaga saja. Kompleksitas kejahatan siber menuntut kerja sama dari berbagai pihak, mulai dari regulator, lembaga keuangan, aparat penegak hukum, hingga masyarakat luas.
Menambahkan bahwa peran masyarakat sangat penting dalam menekan angka kejahatan digital. Meskipun tingkat literasi digital di Indonesia menunjukkan peningkatan, pemahaman masyarakat dalam menjaga keamanan data pribadi masih perlu ditingkatkan.
BACA JUGA:Panduan Lengkap KUR BRI 2026: Jenis Pinjaman, Suku Bunga, Syarat, dan Simulasi Angsuran
Menurutnya, banyak masyarakat yang masih kurang berhati-hati dalam melindungi informasi pribadi serta tidak selektif saat mengunduh atau menggunakan aplikasi di perangkat mereka.
Kondisi ini sering dimanfaatkan oleh pihak tidak bertanggung jawab untuk melakukan penipuan atau penyalahgunaan data.
Pentingnya peningkatan literasi keuangan digital juga disampaikan oleh Handikin Setiawan dari Asosiasi Fintech Indonesia. Ia menilai bahwa perkembangan produk keuangan digital di Indonesia berlangsung sangat cepat, sementara pemahaman masyarakat mengenai risiko dan keamanan masih tertinggal.
Menurut Handikin, kondisi tersebut membuat masyarakat lebih rentan terhadap berbagai bentuk penipuan digital. Oleh karena itu, berbagai pihak perlu bekerja sama untuk meningkatkan edukasi dan pemahaman publik mengenai keamanan transaksi digital.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:


