Aktivitas Tapping Box Restoran di Bandar Lampung Saat Ramadhan Tetap Stabil, Bapenda Perketat Pengawasan
Pelaksana Harian (Plh) Kepala Bapenda Kota Bandar Lampung, Yusnadi Ferianto, menjelaskan bahwa kondisi ini dipengaruhi pola operasional restoran selama Ramadhan yang berbeda dibanding bulan lainnya.--
MEDIALAMPUNG.CO.ID - Penggunaan tapping box pada restoran dan rumah makan di Kota Bandar Lampung selama bulan Ramadhan 2026 tercatat tidak mengalami lonjakan signifikan.
Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Bandar Lampung menyebut aktivitas transaksi yang terekam alat tersebut relatif stabil, hampir sama seperti pada hari-hari biasa.
Pelaksana Harian (Plh) Kepala Bapenda Kota Bandar Lampung, Yusnadi Ferianto, menjelaskan bahwa kondisi ini dipengaruhi pola operasional restoran selama Ramadhan yang berbeda dibanding bulan lainnya.
Menurutnya, pada siang hari sebagian besar restoran cenderung sepi karena masyarakat menjalankan ibadah puasa. Aktivitas usaha biasanya meningkat menjelang waktu berbuka puasa.
BACA JUGA:KAI Divre IV Tanjung karang Tambah Kapasitas KA Kuala Stabas untuk Hadapi Lonjakan Mudik Lebaran
“Selama Ramadan tidak ada peningkatan yang berarti. Siang hari kebanyakan restoran hanya melayani pesanan untuk dibawa pulang atau melalui layanan pesan antar. Ramainya biasanya saat sore menjelang berbuka,” ujar Yusnadi. Jumat 13 Maret 2026.
Ia menambahkan, sejumlah restoran bahkan memilih tidak membuka layanan makan di tempat pada siang hari. Namun pada waktu sahur maupun berbuka puasa, usaha kuliner tetap melayani pelanggan, baik untuk makan di lokasi maupun take away.
“Jadi sebenarnya hanya waktu operasionalnya yang berubah. Secara keseluruhan transaksi masih stabil,” katanya.
Saat ini, Bapenda mencatat sekitar 750 unit tapping box telah terpasang di berbagai restoran dan rumah makan di Kota Bandar Lampung. Perangkat tersebut berfungsi merekam setiap transaksi yang terjadi sebagai dasar perhitungan pajak restoran.
BACA JUGA:KAI Divre IV Tanjung karang Imbau Warga Tidak Ngabuburit di Sekitar Rel Kereta
Yusnadi menjelaskan, keberadaan tapping box sangat membantu pemerintah dalam memantau pergerakan omzet usaha secara transparan, sehingga dapat diketahui apabila terjadi peningkatan maupun penurunan transaksi.
“Kalau alat ini tidak digunakan, sistem kami bisa langsung mendeteksinya karena ada indikator untuk melihat kejanggalan data transaksi,” jelasnya.
Apabila sistem menemukan ketidaksesuaian, petugas Bapenda akan melakukan pengecekan langsung ke lokasi usaha.
Ia mencontohkan, jika dalam sistem hanya tercatat sedikit transaksi sementara kondisi restoran terlihat ramai, maka petugas akan melakukan klarifikasi dan memberikan peringatan kepada pengelola usaha.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:



