Majelis Bahagia di Panjang, Ratusan Jamaah Sambut Ramadhan Penuh Ampunan

Majelis Bahagia di Panjang, Ratusan Jamaah Sambut Ramadhan Penuh Ampunan

Tausiyah Agus Widodo ajak jamaah jadikan Ramadhan titik balik perubahan diri.--

MEDIALAMPUNG.CO.ID - Suasana penuh kekhusyukan dan kebersamaan mewarnai kegiatan Majelis Bahagia yang digelar pada Minggu, 22 Februari 2026, di Masjid Jami Al-Mabrur.

Kegiatan ini menjadi momentum spiritual bagi masyarakat Kecamatan Panjang dalam menyambut datangnya bulan suci Ramadhan.

Mengangkat tema “Ramadhan Bulan Penuh Ampunan”, kegiatan tersebut diikuti hampir enam ratus peserta.

Seluruh jamaah merupakan warga Kecamatan Panjang yang tampak memadati area masjid sejak pagi hari. Mayoritas peserta adalah kaum ibu yang antusias mengikuti setiap rangkaian acara.

BACA JUGA:Tim Saber Pangan Perketat Pengawasan Harga dan Mutu Jelang Idul Fitri 1447 H di Lampung

Sejak dimulai, kegiatan berlangsung khidmat dengan agenda pembacaan ayat suci Al-Qur’an, tausiyah keagamaan, hingga doa bersama sebagai penutup.

Majelis Bahagia kali ini menghadirkan Agus Widodo, selaku pendiri Majelis Bahagia, sebagai pengisi tausiyah.

Dalam penyampaiannya, Agus Widodo menekankan bahwa Ramadhan harus dimaknai sebagai titik balik perubahan diri menuju pribadi yang lebih baik.

“Ramadhan adalah bulan penuh ampunan. Jangan sampai kita masuk Ramadhan dengan hati yang sama seperti tahun lalu. Perbanyak istighfar, perbaiki shalat, kuatkan keluarga, dan jadikan rumah kita sebagai taman surga,” ujarnya di hadapan ratusan jamaah.

BACA JUGA:Ramadan Aman, Polda Lampung Gencarkan Patroli Humanis

Pesan tersebut disambut penuh perhatian oleh para peserta yang menyimak tausiyah dengan khidmat.

Lebih lanjut, Agus Widodo menegaskan bahwa Ramadhan tidak hanya berbicara tentang ibadah secara personal, tetapi juga memiliki dimensi sosial yang kuat.

Nilai kepedulian dan kemanusiaan, menurutnya, harus menjadi ruh utama dalam menjalani bulan suci.

“Ramadhan adalah bulan kemanusiaan. Bulan untuk berbagi, menguatkan, dan memulihkan. Di bulan ini kita belajar peduli kepada sesama, menguatkan yang lemah, membantu yang membutuhkan, dan memulihkan hati-hati yang lelah. Jika Ramadhan kita jalani dengan semangat kebersamaan, maka keberkahannya akan terasa bukan hanya untuk diri sendiri, tetapi juga untuk lingkungan sekitar,” tegasnya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: