Jembatan Gantung Jadi Solusi Cepat Way Bungur, Pembangunan Permanen Dilaksanakan Pemerintah Pusat

Jembatan Gantung Jadi Solusi Cepat Way Bungur, Pembangunan Permanen Dilaksanakan Pemerintah Pusat

Kepala Dinas BMBK Lampung, M Taufiqullah, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setprov Lampung, Mulyadi Irsan, dan Plt Kepala Dinas PUPR Lampung Timur, Primadiartha Ramadheni--

MEDIALAMPUNG.CO.ID - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Timur dan pemerintah pusat segera menyiapkan solusi pembangunan jembatan di Way Bungur, Kabupaten Lampung Timur, guna menjawab kebutuhan akses penyeberangan masyarakat.

Hal tersebut dibahas dalam rapat koordinasi lintas instansi yang digelar di Ruang Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setprov Lampung, Senin 9 Februari 2026.

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setprov Lampung, Mulyadi Irsan, mengatakan rapat tersebut melibatkan unsur TNI mulai dari Kodam, Korem, Kodim hingga Koramil, serta Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN), Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Mesuji Sekampung,Pemprov Lampung, dan Pemkab Lampung Timur.

Rapat tersebut merupakan tindak lanjut atas kebutuhan pembangunan jembatan di Way Bungur yang sempat viral dan menjadi perhatian publik karena sebagai lintas penyebrangan anak-anak sekolah dan masyarakat dalam aktivitas sehari-hari yang terhubung ke wilayah lain.
BACA JUGA:Tradisi Ngarengkong Kasepuhan Banten Kidul, Ritual Syukur Panen Penuh Kebersamaan

“Ini merupakan tindak lanjut penyelesaian kebutuhan jembatan di Way Bungur. Jembatan ini sangat dibutuhkan untuk aktivitas sosial masyarakat, termasuk anak-anak sekolah yang harus menyeberang setiap hari,” ujarnya.

Dalam rapat tersebut, disepakati solusi jangka pendek berupa pembangunan jembatan gantung sementara untuk memudahkan akses penyeberangan warga.

Jembatan gantung sementara tersebut direncanakan memiliki panjang sekitar 100 meter dan lebar 1,2 meter.

Pembangunannya akan difasilitasi oleh TNI melalui Kodam, dengan dukungan Pemprov Lampung dan Pemkab Lampung Timur.
BACA JUGA:Lampung Diputuskan Jadi Tuan Rumah HPN dan PORWANAS 2027, Ini Kata Gubernur Mirza

“Jembatan ini bersifat sementara dan diperuntukkan bagi pejalan kaki serta kendaraan roda dua. Untuk kendaraan roda empat belum memungkinkan,” kata Mulyadi.

Sementara itu, untuk solusi jangka panjang, pembangunan jembatan permanen akan dilaksanakan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Direktorat Jenderal Bina Marga dan BPJN Provinsi Lampung.

Mulyadi menjelaskan, jembatan permanen direncanakan memiliki lebar sekitar 7 meter dengan konstruksi rangka baja, sehingga memerlukan proses perencanaan dan kajian teknis yang mendalam.

“Kami tengah melakukan pemenuhan data teknis, seperti sondir tanah, hand bore, dan boring log untuk memastikan daya dukung konstruksi jembatan,” jelasnya.

BACA JUGA:Ombudsman RI Beri Predikat Baik, Pelayanan Publik Lampung Selatan Dinilai Berkualitas

Namun demikian, rencana pembangunan jembatan permanen masih menghadapi sejumlah tantangan, mengingat lokasi berada di kawasan hutan lindung serta memiliki potensi banjir.

Oleh karena itu, pemerintah akan menggelar rapat lanjutan dengan melibatkan masyarakat, Dinas Kehutanan, serta pemangku kepentingan terkait guna menentukan titik pembangunan yang paling aman dan efektif.

“Kami tidak ingin jembatan dibangun namun berisiko rusak atau hanyut akibat banjir. Prinsipnya harus efektif, aman, dan efisien,” tegas Mulyadi.

Senada dengan itu, Kepala Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi (BMBK) Provinsi Lampung, M. Taufiqullah, menegaskan pentingnya kajian teknis lanjutan demi keselamatan masyarakat.

BACA JUGA:Pemandian Air Panas Tirta Sanita Bogor, Tempat Relaksasi Alami Dekat Jakarta

“Keselamatan masyarakat menjadi prioritas. Penyelidikan tanah sangat penting karena tantangannya berada di wilayah rawan banjir dan kawasan hutan lindung. Jembatan sementara akan dibangun oleh Kodam, sedangkan jembatan permanen nantinya oleh BPJN,” ujarnya.

Sementara Plt Kepala Dinas PUPR Lampung Timur, Primadiartha Ramadheni, menyampaikan bahwa saat ini proses masih berada pada tahap pengumpulan data lapangan.

“BPJN dan PUPR masih melakukan pengambilan data untuk kebutuhan kajian teknis lanjutan. Untuk pembangunan jembatan sementara sendiri masih dalam tahap uji lapangan,” katanya.

Terkait pembiayaan jembatan sementara, Mulyadi menyebutkan pembangunan akan dilakukan melalui kolaborasi antara Pemprov Lampung, Pemkab Lampung Timur, dan TNI.
BACA JUGA:Ritual Kampung Pulo, Harmoni Islam dan Tradisi Leluhur di Danau Cangkuang

Dengan langkah tersebut, pemerintah berharap kebutuhan akses penyeberangan masyarakat di Way Bungur dapat segera teratasi melalui pembangunan jembatan gantung sementara, sembari menunggu terwujudnya jembatan permanen yang lebih aman dan representatif.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait