Hangat dan Legit, Tajin Sobih Kuliner Tradisional Madura yang Melegenda
Bubur Tajin Sobih menjadi simbol kehangatan, syukur, dan tradisi masyarakat Madura sejak dulu.-Foto IndonesiaKaya-
MEDIALAMPUNG.CO.ID - Tajin Sobih merupakan salah satu kuliner tradisional khas Madura yang memiliki cita rasa unik sekaligus filosofi mendalam.
Hidangan ini dikenal sebagai sajian manis bertekstur lembut yang biasanya dinikmati dalam kondisi hangat.
Bagi masyarakat Madura, Tajin Sobih bukan sekadar makanan pengganjal perut, melainkan simbol kehangatan, kebersamaan, dan rasa syukur yang diwariskan secara turun-temurun.
BACA JUGA:Olahraga yang Ampuh untuk Menurunkan Kolesterol dan Menjaga Kesehatan Jantung
Asal Usul dan Makna Nama Tajin Sobih
Kata “tajin” dalam bahasa Madura berarti bubur, sementara “sobih” merujuk pada waktu pagi hari. Dari namanya, Tajin Sobih dapat dimaknai sebagai bubur pagi yang biasa disantap saat fajar atau setelah salat Subuh.
Tradisi menyantap Tajin Sobih di pagi hari telah lama melekat dalam kehidupan masyarakat Madura, terutama di pedesaan, sebagai sumber energi sebelum memulai aktivitas harian.
Selain fungsi praktis, Tajin Sobih juga memiliki nilai spiritual. Makanan ini sering disajikan dalam momen tertentu, seperti selamatan, doa bersama, atau sebagai hidangan berbagi kepada tetangga, mencerminkan nilai gotong royong dan solidaritas sosial.
BACA JUGA:Kenali Ragam Minuman Sumber Vitamin D dan Dampak Positifnya bagi Kesehatan Tubuh
Komposisi dan Bahan Utama
Tajin Sobih dibuat dari bahan-bahan sederhana yang mudah ditemukan, namun menghasilkan cita rasa yang kaya dan menenangkan.
Bahan utamanya meliputi tepung beras atau beras yang diolah hingga menjadi bubur lembut, santan kelapa segar, serta gula merah cair sebagai pemanis alami. Tambahan daun pandan sering digunakan untuk memberikan aroma harum yang khas.
Dalam penyajiannya, Tajin Sobih biasanya terdiri dari dua lapisan warna yang kontras. Lapisan putih berasal dari bubur santan yang gurih, sementara lapisan cokelat kemerahan dihasilkan dari larutan gula merah yang manis dan legit.
Perpaduan ini menciptakan keseimbangan rasa yang tidak berlebihan, namun tetap memanjakan lidah.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
