Kaki Kapalan Bisa Mengganggu Aktivitas, Ini Cara Mengatasinya
Kaki kapalan sering terjadi akibat sepatu sempit dan tekanan berulang-Foto Freepik.com-
MEDIALAMPUNG.CO.ID - Kaki kapalan merupakan kondisi umum yang sering dialami banyak orang, terutama mereka yang sering beraktivitas dengan tekanan berlebih pada telapak kaki.
Kapalan ditandai dengan penebalan dan pengerasan kulit sebagai respons alami tubuh untuk melindungi jaringan di bawahnya dari gesekan atau tekanan yang terus-menerus.
Meski terlihat sepele, kaki kapalan dapat menimbulkan rasa tidak nyaman, nyeri, hingga mengganggu aktivitas jika tidak ditangani dengan tepat.
Kapalan biasanya muncul di area kaki yang sering menerima tekanan, seperti tumit, telapak kaki bagian depan, atau sisi jari.
BACA JUGA:Pidsus Kejati Lampung Periksa Anggota DPR RI Zulkifli Anwar Terkait Proyek SPAM
Penyebab utamanya adalah gesekan berulang, misalnya akibat penggunaan sepatu yang sempit, keras, atau tidak sesuai ukuran.
Selain itu, berdiri atau berjalan terlalu lama, kebiasaan berjalan tanpa alas kaki, serta postur kaki yang tidak seimbang juga dapat memicu terbentuknya kapalan.
Pada beberapa kasus, kondisi ini lebih mudah terjadi pada orang dengan berat badan berlebih karena tekanan pada kaki menjadi lebih besar.
Secara medis, kapalan terbentuk ketika lapisan kulit luar menebal akibat peningkatan produksi sel kulit mati. Tubuh melakukan hal ini sebagai mekanisme perlindungan alami.
BACA JUGA:Zat Besi untuk Anak: Kunci Penting Tumbuh Sehat, Cerdas, dan Aktif Sejak Dini
Namun, jika penebalan kulit terus berlanjut tanpa perawatan, kapalan bisa menjadi sangat keras, kering, bahkan pecah-pecah. Retakan pada kapalan tidak hanya menimbulkan rasa sakit, tetapi juga berisiko menjadi pintu masuk bagi kuman yang dapat menyebabkan infeksi.
Selain faktor mekanis, kaki kapalan juga dapat dipengaruhi oleh kondisi kesehatan tertentu.
Misalnya, penderita diabetes perlu lebih waspada karena sirkulasi darah yang kurang optimal dan penurunan sensitivitas saraf dapat membuat kapalan tidak terasa sakit, padahal kondisinya sudah cukup parah.
Jika dibiarkan, hal ini bisa berkembang menjadi luka yang sulit sembuh.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:




