Hieroglif: Sistem Tulisan Kuno Mesir yang Sarat Makna dan Sejarah
Simbol hieroglif Mesir Kuno menyimpan pesan religius dan administrasi kerajaan-Foto Pixabay.com-
MEDIALAMPUNG.CO.ID - Hieroglif merupakan salah satu warisan budaya paling penting dari peradaban Mesir Kuno.
Sistem tulisan ini dikenal karena bentuknya yang unik, berupa gambar-gambar simbolis yang menggambarkan manusia, hewan, tumbuhan, benda, serta tanda-tanda abstrak lainnya.
Kata “hieroglif” sendiri berasal dari bahasa Yunani yang berarti “ukiran suci”, karena tulisan ini sering ditemukan pada dinding kuil, makam, dan monumen keagamaan.
Bagi masyarakat Mesir Kuno, hieroglif bukan sekadar alat komunikasi, melainkan sarana sakral untuk menyampaikan pesan kepada dewa dan mengabadikan kehidupan setelah mati.
BACA JUGA:Soto Madura: Kuliner Tradisional dengan Cita Rasa Gurih Khas Pulau Garam
Berbeda dengan sistem alfabet modern yang hanya terdiri dari puluhan huruf, hieroglif memiliki ratusan hingga ribuan simbol. Setiap simbol dapat berfungsi sebagai gambar yang mewakili suatu benda, bunyi tertentu, atau bahkan ide abstrak.
Hal inilah yang membuat hieroglif sangat kompleks dan sulit dipelajari. Satu simbol bisa memiliki lebih dari satu makna, tergantung pada konteks penggunaannya dalam kalimat.
Selain itu, arah penulisan hieroglif pun tidak selalu sama, bisa dibaca dari kiri ke kanan, kanan ke kiri, atau dari atas ke bawah, sesuai dengan arah simbol yang menghadap.
Karena tingkat kesulitannya yang tinggi, tidak semua orang Mesir Kuno mampu membaca dan menulis hieroglif. Keahlian ini hanya dikuasai oleh kelompok tertentu yang dikenal sebagai juru tulis. Untuk menjadi juru tulis, seseorang harus menjalani pendidikan khusus sejak usia muda.
BACA JUGA:Kesra Mangkir dari RDP, Program Umroh Gratis Pemkot Bandar Lampung Kian Dipertanyakan
Proses pembelajaran berlangsung bertahun-tahun dan membutuhkan ketelitian serta daya ingat yang kuat. Mereka harus menghafal banyak simbol dan memahami aturan penulisannya dengan benar. Oleh sebab itu, profesi juru tulis dianggap sangat bergengsi dan dihormati.
Dalam kehidupan masyarakat Mesir Kuno, juru tulis memegang peranan yang sangat penting. Mereka bertugas mencatat berbagai aspek kehidupan, mulai dari urusan pemerintahan, perpajakan, perdagangan, hingga kegiatan keagamaan.
Catatan hieroglif digunakan untuk menuliskan hukum, perjanjian, silsilah raja, serta doa-doa yang dipersembahkan kepada para dewa. Tanpa keberadaan juru tulis, sistem administrasi kerajaan yang luas dan teratur tidak akan dapat berjalan dengan baik.
Penguasaan hieroglif juga memberikan keuntungan ekonomi dan sosial bagi para juru tulis. Mereka sering bekerja langsung di bawah pengawasan pejabat tinggi atau raja.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:




