Batu Bedil Tanggamus, Warisan Megalitikum dan Spiritualitas Kuno

Batu Bedil Tanggamus, Warisan Megalitikum dan Spiritualitas Kuno

Situs Batu Bedil bukan sekadar peninggalan batu tua, melainkan bukti nyata kecerdasan, kepercayaan, dan spiritualitas masyarakat Lampung pada masa lampau. - Foto Instagram@adat_lampung--

MEDIALAMPUNG.CO.ID – Provinsi Lampung tidak hanya dikenal melalui kekayaan alam dan budaya pesisirnya, tetapi juga menyimpan jejak peradaban kuno bernilai tinggi. Salah satu peninggalan penting tersebut adalah Situs Batu Bedil, sebuah situs megalitik yang berada di Kabupaten Tanggamus. 

Keberadaan situs ini menjadi saksi perjalanan panjang kebudayaan manusia, mulai dari masa prasejarah hingga pengaruh Hindu-Buddha di Sumatra bagian selatan.

Situs Batu Bedil merupakan kawasan cagar budaya yang menyimpan beragam tinggalan batu berukuran besar atau megalitikum. 

Keberadaan struktur batu ini menandakan bahwa masyarakat Lampung pada masa lampau telah memiliki sistem kepercayaan, pengetahuan, serta kemampuan teknis dalam mengolah dan menata batu sebagai sarana ritual dan simbol spiritual.

BACA JUGA:Be Genyol: Sajian Daging Cincang Khas Bali yang Kaya Rempah dan Tradisi

Asal Usul Nama Batu Bedil

Nama “Batu Bedil” berasal dari cerita lisan yang berkembang di masyarakat setempat. Konon, pada masa lalu warga kerap mendengar suara menyerupai letusan senapan yang berasal dari salah satu batu tegak besar di kawasan tersebut. Bunyi misterius inilah yang kemudian melahirkan sebutan Batu Bedil, mengingat kata “bedil” dalam bahasa Melayu berarti senapan atau senjata api.

Batu Bedil sendiri merupakan sebuah menhir berukuran besar dengan lebar sekitar satu meter dan tinggi lebih dari dua meter. Batu ini berdiri tegak dan menjadi pusat perhatian di antara tinggalan batu lainnya. 

Meski asal bunyi letusan tersebut tidak pernah terkonfirmasi secara ilmiah, cerita ini menunjukkan bagaimana masyarakat memaknai situs Batu Bedil sebagai tempat sakral yang diyakini memiliki kekuatan gaib.

BACA JUGA:PAN Lampung Barat Bergejolak, 21 Pengurus Mundur

Situs Megalitikum dan Tradisi Pemujaan Leluhur

Secara arkeologis, Situs Batu Bedil termasuk dalam tradisi megalitik, yakni kebudayaan yang menggunakan batu besar sebagai media utama dalam aktivitas ritual dan kepercayaan. Tradisi ini erat kaitannya dengan pemujaan terhadap roh nenek moyang yang diyakini memiliki pengaruh besar terhadap kehidupan, kesuburan, serta keselamatan komunitas.

Di kawasan Batu Bedil, tidak hanya ditemukan satu menhir, tetapi juga berbagai tinggalan lain seperti dolmen atau altar batu, batu bergores, lumpang batu, serta batu-batu tegak berukuran lebih kecil. Keberagaman temuan tersebut mengindikasikan bahwa situs ini berfungsi sebagai pusat kegiatan ritual yang kompleks, bukan sekadar lokasi satu monumen batu.

Penataan batu-batu di kawasan ini juga diduga memiliki makna simbolis tertentu. Setiap posisi dan bentuk batu kemungkinan mencerminkan konsep kosmologi masyarakat pendukungnya, terutama hubungan antara manusia, alam, dan dunia roh.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: