Situs Duplang, Jejak Peradaban Megalitikum di Lereng Gunung Argopuro
Situs Duplang merupakan bagian penting dari identitas sejarah Jember dan Indonesia secara umum. - Foto Instagram@_ririnhandayani--
MEDIALAMPUNG.CO.ID – Kabupaten Jember selama ini dikenal sebagai daerah agraris dengan hasil tembakau dan perkebunan yang melimpah.
Namun, di balik kesuburan tanahnya, wilayah ini juga menyimpan jejak panjang kehidupan manusia prasejarah.
Salah satu bukti pentingnya adalah Situs Duplang, kawasan peninggalan megalitikum yang terletak di Desa Kamal, Kecamatan Arjasa, tepat di lereng Gunung Argopuro.
Situs Duplang menjadi saksi bisu aktivitas manusia ribuan tahun lalu, khususnya pada masa zaman batu besar atau megalitikum.
BACA JUGA:Jarang Diketahui, Ini Manfaat Buah Rambai untuk Tubuh
Di kawasan ini, berbagai artefak batu berukuran besar masih dapat ditemukan hingga kini, meskipun sebagian kondisinya mulai mengalami kerusakan akibat faktor alam dan minimnya perawatan.
Keberadaan situs ini menegaskan bahwa wilayah Jember pernah menjadi pusat aktivitas sosial, ritual, dan sistem kepercayaan masyarakat purba.
Sebelum dikenal dengan nama Situs Duplang, kawasan ini disebut Sembah Lasdono. Nama tersebut berasal dari kata “las” yang berarti hutan dan “dono” yang merujuk pada manusia purba.
Penamaan ini mencerminkan fungsi kawasan tersebut sebagai tempat yang disakralkan oleh masyarakat kuno sebelum masuknya pengaruh agama-agama besar di Nusantara.
BACA JUGA:Tembok Rumah Ambruk Akibat Hujan Deras di Suka Jawa, Aparat Bergerak Cepat Tangani Korban
Pada tahun 1985, kawasan ini kemudian ditetapkan sebagai situs cagar budaya dan resmi dikenal dengan nama Situs Duplang.
Sejak saat itu, berbagai penelitian dan pendataan mulai dilakukan untuk mengungkap nilai sejarah dan arkeologis yang tersimpan di dalamnya.
Salah satu peninggalan utama yang paling menonjol di Situs Duplang adalah menhir. Menhir merupakan batu tegak berbentuk tugu yang didirikan secara vertikal dan diyakini berkaitan erat dengan praktik pemujaan arwah leluhur.
Pada masa megalitikum, masyarakat mempercayai bahwa roh nenek moyang memiliki pengaruh besar terhadap kehidupan sehari-hari. Di Situs Duplang, terdapat dua buah menhir yang masih berada di lokasi aslinya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:




