Makna dan Filosofi Perahu Sandeq: Warisan Agung Suku Mandar Penakluk Lautan
Perahu Sandeq bukan hanya warisan sejarah, tetapi juga cermin karakter dan filosofi hidup masyarakat Mandar.-Foto Instagram@explore_sulawesibarat-
MEDIALAMPUNG.CO.ID – Perahu Sandeq merupakan simbol kejayaan dan kebanggaan masyarakat Suku Mandar di Sulawesi Barat.
Sejak zaman dahulu, masyarakat Mandar dikenal sebagai pelaut ulung yang menjelajahi lautan luas dengan perahu tradisional ini.
Walau tidak menggunakan mesin, Sandeq mampu melesat cepat di atas ombak berkat bentuknya yang ramping dan runcing.
Kehebatan perahu ini tidak hanya terletak pada ketangguhannya, tetapi juga pada nilai-nilai kehidupan dan filosofi yang melekat di dalamnya.
BACA JUGA:Upacara Adat Mappacci: Tradisi Penyucian Diri Suku Bugis di Sulawesi Selatan
Ciri dan Keunikan Perahu Sandeq
Sandeq memiliki bentuk yang sangat khas — ramping, ringan, dan ujungnya runcing di kedua sisi.
Bentuk tersebut membuatnya dapat melaju dengan cepat serta stabil di tengah hempasan ombak.
Material yang digunakan untuk membuat Sandeq berasal dari kayu pilihan yang kuat dan lentur agar mudah dikendalikan saat berlayar.
BACA JUGA:Mengenal Baju Bodo: Pakaian Adat Suku Bugis-Makassar
Semua bagian perahu dibuat dengan perhitungan matang, menggambarkan keahlian tinggi para pengrajin tradisional Mandar yang telah diwariskan turun-temurun.
Keunggulan Sandeq terletak pada kecepatan dan kelincahannya.
Meski digerakkan hanya dengan tenaga angin dan layar, perahu ini mampu menempuh perjalanan lintas pulau.
Tak heran, Sandeq dijuluki sebagai perahu layar tradisional tercepat di Nusantara, bahkan disebut sebagai salah satu yang tercepat di dunia dalam kelasnya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
