Misteri Palung Mariana: Menyelami Titik Terdalam di Bumi
Palung Mariana kawasan ini menyimpan banyak misteri — dari tekanan ekstrem hingga keberadaan makhluk hidup--
MEDIALAMPUNG.CO.ID – Di balik luasnya Samudra Pasifik, tersimpan sebuah tempat yang menjadi simbol dari misteri dan ekstremnya alam semesta bawah laut: Palung Mariana.
Kawasan ini bukan sekadar cekungan di dasar laut, melainkan titik terdalam di planet Bumi — tempat di mana cahaya matahari tak pernah menyentuh, dan tekanan air bisa menghancurkan baja dalam sekejap.
Palung Mariana mencapai kedalaman sekitar 10.984 meter atau hampir 11 kilometer di bawah permukaan laut.
Bagian terdalamnya disebut Challenger Deep, yang terletak di sebelah timur Kepulauan Mariana, di Samudra Pasifik barat.
BACA JUGA:Alasan Ilmiah Mengapa Kita Selalu Merasa Lapar Saat Hujan
Untuk membayangkannya, jika Gunung Everest — gunung tertinggi di dunia dengan ketinggian 8.848 meter — ditempatkan di dalam Palung Mariana, puncaknya masih akan berada lebih dari dua kilometer di bawah permukaan laut.
Tekanan air di titik terdalamnya mencapai lebih dari 1.000 kali lipat tekanan udara di permukaan Bumi, setara dengan beban sekitar 50 pesawat Boeing 747 yang menekan tubuh manusia.
Palung Mariana terbentuk akibat tumbukan lempeng tektonik antara Lempeng Pasifik dan Lempeng Mariana.
Lempeng Pasifik yang lebih berat menukik ke bawah Lempeng Mariana dalam proses yang disebut subduksi, menciptakan lekukan raksasa di dasar laut. Proses ini telah berlangsung jutaan tahun dan masih terus terjadi hingga sekarang.
BACA JUGA:Teknologi Carbon Capture Bikin Polusi Udara Jadi Energi?
Sejak pertama kali ditemukan pada tahun 1875 oleh kapal HMS Challenger, Palung Mariana telah menjadi objek penelitian dan eksplorasi para ilmuwan dunia.
Pada tahun 1960, penjelajah Jacques Piccard dan Don Walsh menjadi manusia pertama yang mencapai dasar palung menggunakan kapal selam Trieste.
Lebih dari setengah abad kemudian, sutradara film Avatar dan Titanic, James Cameron, kembali menorehkan sejarah pada tahun 2012 dengan menyelam solo hingga dasar Challenger Deep menggunakan wahana Deepsea Challenger.
Meskipun berada di lingkungan ekstrem yang gelap, dingin, dan bertekanan luar biasa tinggi, kehidupan ternyata tetap ada. Peneliti menemukan mikroorganisme, udang kecil, hingga bakteri pengurai logam yang hidup di dasar palung.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
