Lampung Barat 34 Tahun: Menyemai Harapan, Merawat Keberlanjutan
Syarief Ediansah, SHi.MM.--
Oleh : Syarief Ediansah, SHi.MM
Memasuki usia ke-34 tahun pada 24 September 2025, Kabupaten Lampung Barat perlu melakukan refleksi secara mendalam.
Sebagai daerah yang lahir pada 1991 dengan harapan hendak mempercepat pembangunan di kawasan Barat Provinsi Lampung, tentu dalam beberapa dekade Pemerintahan berbagai capaian telah diraih.
Namun, tantangan yang dihadapi pemerintahan hari ini tak kalah besar dibanding masa awal berdirinya.
Usia 34 tahun bukan lagi belia, Lampung Barat sudah memasuki usia matang dalam pemerintahan. Kita sudah melewati fase awal pembentukan dan konsolidasi kelembagaan.
Artinya Lampung Barat seharusnya saat ini sudah memiliki identitas pembangunan yang jelas, arah kebijakan yang konsisten, serta sistem birokrasi yang relatif stabil.
Dalam situasi saat ini Masyarakat menuntut pemerintah untuk tidak lagi sibuk membangun fondasi, melainkan mengoptimalkan dan meningkatkan kualitas pelayanan publik.
Sudah saatnya kita mapan dalam pembangunan infrastruktur, sekaligus mandiri secara fiskal. Kenyataannya, masih banyak pekerjaan rumah yang menuntut keseriusan, keberanian politik, dan inovasi kepemimpinan.
Usia saat ini adalah menjadi momentum yang tepat untuk mengukur sejauh mana pembangunan telah berjalan.
Apakah potensi kopi robusta benar-benar sudah optimal dalam meningkatkan kesejahteraan petani?
Apakah pariwisata berbasis alam seperti Danau Ranau yang ada dilumbok seminung, Taman Nasional Bukit Barisan Selatan, dan destinasi ekowisata lainnya sudah menjadi motor ekonomi daerah?
Pertanyaan-pertanyaan reflektif ini penting agar perayaan HUT tidak sekadar seremoni, melainkan menjadi bahan evaluasi kolektif.
Memasuki usia matang, Lampung Barat dituntut keluar dari pola business as usual. Pemerintahan daerah perlu mengedepankan inovasi, transparansi, dan akselerasi pembangunan berbasis digital.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
