Palembang dan Sriwijaya: Kota Sungai yang Menjadi Pusat Peradaban
Palembang bukan hanya kota besar di Sumatra, melainkan tempat yang pernah menjadi pusat kerajaan maritim terbesar di Asia Tenggara.-Foto Canva-
MEDIALAMPUNG.CO.ID - Palembang hari ini dikenal sebagai ibu kota Provinsi Sumatera Selatan, namun di balik wajah modernnya tersimpan sejarah besar yang menjadikannya salah satu kota tertua di Nusantara.
Berabad-abad lalu, kota yang berada di tepian Sungai Musi ini pernah menjadi pusat dari Kerajaan Sriwijaya, sebuah kerajaan bahari yang sangat berpengaruh di Asia Tenggara.
Dari kota inilah lahir kejayaan yang tak hanya meninggalkan peninggalan fisik, tetapi juga warisan budaya yang terus hidup hingga kini.
Letak Palembang sejak dulu sangat menguntungkan. Sungai Musi yang panjang mengalir langsung ke laut dan terhubung dengan Selat Malaka.
BACA JUGA:Manfaat Alami Sabun Susu Kambing untuk Kulit Sehat dan Lembut
Jalur ini sudah dikenal sejak masa kuno sebagai rute pelayaran tersibuk karena menjadi jalan utama kapal-kapal dari India, Tiongkok, dan Arab.
Kondisi tersebut menjadikan Palembang bukan sekadar kota sungai, melainkan simpul perdagangan internasional.
Kerajaan Sriwijaya tumbuh memanfaatkan posisi emas itu. Dengan kekuatan laut yang mereka miliki, Sriwijaya menguasai lalu lintas barang di jalur pelayaran penting tersebut.
Hasil bumi Nusantara seperti rempah-rempah, emas, dan kapur barus mengalir keluar, sementara barang mewah seperti keramik dan sutra masuk dari negeri jauh.
BACA JUGA:Mencerahkan Wajah dengan Lidah Buaya Secara Alami
Awal berdirinya kerajaan ini diperkirakan sekitar abad ke-7 Masehi. Catatan mengenai kelahirannya diketahui melalui prasasti kuno yang ditemukan di wilayah Palembang.
Dari prasasti itulah diketahui bahwa seorang pemimpin bernama Dapunta Hyang melakukan perjalanan besar bersama ribuan orang untuk mendirikan kerajaan. Peristiwa tersebut menjadi titik mula bangkitnya Sriwijaya yang kemudian berkembang menjadi kekuatan maritim besar.
Prasasti lain juga ditemukan di sekitar Palembang. Isinya tidak hanya berkaitan dengan politik, tetapi juga doa dan harapan bagi rakyat agar hidup sejahtera.
Hal ini menunjukkan bahwa sejak awal Sriwijaya menaruh perhatian pada keseimbangan antara kekuasaan, agama, dan kesejahteraan masyarakatnya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
