Gaikindo Beberkan Penyebab Lesunya Penjualan Kendaraan Komersial

Gaikindo Beberkan Penyebab Lesunya Penjualan Kendaraan Komersial

Gaikindo ungkap penjualan kendaraan niaga turun akibat ekonomi lesu dan minimnya proyek besar-Foto Instagram@giias_id-

MEDIALAMPUNG.CO.ID - Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) mengungkapkan penjualan kendaraan komersial, termasuk truk dan kendaraan niaga lainnya, tengah mengalami penurunan signifikan. 

Kondisi ini dinilai erat kaitannya dengan perlambatan ekonomi nasional dan minimnya proyek-proyek besar yang biasanya menjadi penggerak utama sektor tersebut.

Bahkan Sekretaris Umum Gaikindo, Kukuh Kumara, menjelaskan bahwa permintaan kendaraan niaga sangat dipengaruhi oleh aktivitas ekonomi di sektor riil khususnya yang berhubungan dengan pembangunan infrastruktur, pertambangan dan komoditas.

“Penjualan kendaraan komersial sangat bergantung pada proyek-proyek yang sedang berjalan. Jika ekonomi tumbuh, harga komoditas naik, dan sektor tambang kembali bergairah, otomatis permintaan kendaraan niaga ikut terdongkrak,” ujar Kukuh saat ditemui wartawan, Senin (4 Agustus 2025).

BACA JUGA:VW ID Buzz Sulit Diservis? Ganti Filter Kabin Harus Bongkar Banyak Komponen

Namun, Kukuh mengakui saat ini industri tengah menghadapi masa sulit seiring melambatnya geliat ekonomi. Meski begitu, ia optimistis situasi ini hanya bersifat sementara. 

“Kami berharap pada paruh kedua 2025 ekonomi mulai membaik, sehingga akan berdampak positif pada sektor otomotif, termasuk kendaraan komersial,” tambahnya.

Selain itu, Kukuh juga menekankan agar peran vital kebijakan pemerintah di dalam menciptakan iklim usaha yang kondusif. Bahkan menurutnya dukungan regulasi yang pro investasi akan memberikan kepastian bagi pelaku industri dan mendorong pemulihan lebih cepat.

“Dampak kebijakan pemerintah sangat besar. Yang dibutuhkan adalah aturan yang konsisten, berjangka panjang, dan memberikan kepastian bagi investor. Dengan begitu, roda industri bisa bergerak lebih cepat,” jelasnya.

BACA JUGA:Lanccelot, Brand Lokal Tawarkan Jam Tangan dengan Desain Elegan dan Minimalis

Selain masalah permintaan, Kukuh juga menyoroti dinamika pasar otomotif yang kini diwarnai perang harga, terutama setelah masuknya produsen otomotif asal China secara agresif ke Indonesia.

“Persaingan harga sebenarnya hal yang wajar dalam industri yang kompetitif, tapi di balik itu semua ada faktor teknologi yang tetap menjadi kunci utamanya. Pabrikan dengan riset dan pengembangan (R&D) kuat bisa menekan biaya produksi, sehingga harga jual lebih kompetitif,” tuturnya.

Meski kondisi saat ini cukup menantang, tapi Gaikindo tetap menilai pasar kendaraan komersial masih memiliki potensi besar seiring rencana pemerintah melanjutkan sejumlah proyek infrastruktur strategis dan mendorong hilirisasi industri pertambangan. 

Jika kebijakan ekonomi lebih berpihak pada investasi, sektor ini diperkirakan kembali tumbuh pada akhir 2025 hingga awal 2026. (*)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: