Truk Kerap Terjebak di Tanjakan Sukarame Akibat Jalan Rusak Parah

Truk Kerap Terjebak di Tanjakan Sukarame Akibat Jalan Rusak Parah

Jalan rusak di tanjakan Sukarame ganggu distribusi hasil tani, warga desak perbaikan segera-Foto Dok-

MEDIALAMPUNG.CO.ID - Kerusakan parah di tanjakan ruas jalan menuju Pekon Sukarame, Kecamatan Balik Bukit, Lampung Barat, kembali menuai keluhan dari para pengendara, terutama sopir angkutan barang dan petani. 

Ruas jalan yang menjadi salah satu jalur utama distribusi hasil pertanian itu disebut sudah bertahun-tahun rusak, namun tak kunjung diperbaiki oleh pemerintah daerah. 

Pantauan di lokasi, permukaan jalan yang menanjak tajam itu dipenuhi lubang, aspal terkelupas, dan kondisi badan jalan menyempit di beberapa titik. 

Kendaraan bermuatan berat kerap mengalami kesulitan ketika melintasi tanjakan tersebut, terlebih saat harus berpapasan dengan kendaraan dari arah berlawanan.

BACA JUGA:2.921 Pelanggar Kena Tegur dan Tilang Selama Operasi Patuh 2025 di Lampung Barat

“Jalan ini makin hari makin rusak. Kalau bawa muatan dari kebun, mobil sering selip pas nanjak. Bahaya sekali apalagi kalau remnya bermasalah sedikit saja,” ujar Rizal (42), pengemudi angkutan barang yang setiap hari melintasi jalur tersebut, Senin (28 Juli 2025).

Menurutnya, kondisi jalan yang berlubang di tanjakan sangat menyulitkan pengendara saat harus menjaga tenaga mesin agar tetap stabil. Selain itu, risiko kerusakan kendaraan seperti gardan dan per ditanggung sendiri oleh para sopir.

“Suspensi cepat jebol, ban juga sering kena batu tajam karena kondisi jalan jelek. Belum lagi konsumsi bahan bakar lebih boros karena harus ekstra tenaga di tanjakan,” imbuhnya.

Hal senada disampaikan Suhardi (47), sopir truk pengangkut bahan pokok. Ia menilai kerusakan jalan ini bukan hanya menyulitkan pengemudi, tapi juga memperlambat arus distribusi logistik dari dan menuju daerah Sukarame serta sekitarnya.

BACA JUGA:Pengoplosan Beras SPHP Terbukti, Pemerintah Diminta Bertindak Tegas

“Kalau sudah ketemu truk dari arah berlawanan di tanjakan ini, ya harus salah satu ngalah. Mau nanjak ulang itu yang susah, apalagi kalau ada lubang di tengah jalur,” katanya.

Menurut warga, ruas tersebut merupakan salah satu jalur penting karena menghubungkan beberapa pekon penghasil kopi, sayur mayur, dan hasil kebun lainnya. 

Namun hingga kini, kondisi jalan justru semakin memprihatinkan, tanpa penanganan permanen dari pihak terkait.

Ahmad (51), warga sekitar, menyebut jalur tersebut sangat vital bagi roda perekonomian pekon. Namun sejauh ini belum ada upaya perbaikan dari Pemkab Lambar untuk mengatasi hal tersebut.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: