Raksasa Batu Bara Rusia Terpuruk, Pemerintah Turun Tangan Selamatkan Industri
Lebih dari 60% perusahaan batu bara Rusia rugi, pemerintah diminta beri stimulus ekonomi-Foto Ilustrasi Freepik.com-
MEDIALAMPUNG.CO.ID – Industri batu bara di Rusia tengah menghadapi guncangan hebat yang belum pernah terjadi sejak era 1990-an.
Salah satu perusahaan tambang terbesar, Mechel, menjadi simbol kesulitan yang tengah membelit sektor ini.
Di tengah tekanan berat yang melanda, pemerintah Rusia akhirnya turun tangan untuk memberikan bantuan finansial demi menyelamatkan kelangsungan industri yang menjadi tulang punggung energi nasional tersebut.
Mechel, yang selama ini dikenal sebagai salah satu raksasa batu bara Rusia, menjadi perusahaan pertama yang memperoleh bantuan dari negara.
BACA JUGA:Permintaan YU7 Melejit, Xiaomi Tunda Ekspansi Global Mobil Listrik hingga 2027
Pemerintah memberikan penangguhan pembayaran pajak dan iuran jaminan sosial selama tiga tahun.
Kebijakan ini diperkirakan bernilai lebih dari 13 miliar rubel atau setara dengan sekitar Rp 2,68 triliun.
Skema penangguhan ini diharapkan mampu menghemat sekitar US$ 6 juta setiap bulan bagi Mechel, apabila diperluas ke seluruh sektor industri batu bara.
Kondisi keuangan Mechel memang sedang tidak sehat. Tahun 2023, laba sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi (EBITDA) mereka merosot hingga 35% menjadi hanya 56 miliar rubel.
BACA JUGA:Liburan Makin Asik Dengan Transaksi Menggunakan Dompet Digital
Sementara itu, rasio utangnya melonjak tajam, mencapai 4,6 kali lipat dari EBITDA. Dalam situasi tersebut, Mechel terpaksa merancang langkah penyelamatan internal, salah satunya dengan menjual sebagian aset, terutama yang berada di sektor energi.
Krisis ini bukan hanya menimpa Mechel. Data sepanjang 2024 hingga kuartal pertama 2025 menunjukkan bahwa lebih dari 61% perusahaan batu bara di Rusia mencatatkan kerugian.
Meski produksi nasional masih mencatatkan kenaikan tipis sebesar 1,4% dalam lima bulan pertama 2025, mayoritas hasil tambang justru menumpuk di gudang, tidak terserap pasar.
Kawasan Kemerovo, yang menjadi pusat tambang batu bara Rusia, kini menjadi saksi nyata tekanan industri yang sangat berat.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
