Pesona Desa Wisata Cibuntu di Kaki Gunung Ciremai, Surga Alam dan Budaya di Kuningan

Pesona Desa Wisata Cibuntu di Kaki Gunung Ciremai, Surga Alam dan Budaya di Kuningan

Desa Wisata Cibuntu / Foto --- instagram @kuninganendah--

MEDIALAMPUNG.CO.ID – Kabupaten Kuningan di Provinsi Jawa Barat dikenal sebagai salah satu daerah dengan kekayaan destinasi wisata alam yang memikat. Lanskap pegunungan yang hijau, udara sejuk, serta kehidupan masyarakat pedesaan yang masih terjaga menjadikan kawasan ini sebagai pilihan ideal bagi wisatawan yang ingin melepas penat dari hiruk pikuk perkotaan.

Di antara berbagai destinasi tersebut, Desa Wisata Cibuntu menjadi salah satu yang paling menonjol. Berlokasi di Kecamatan Pasawahan, desa ini telah dikenal luas hingga ke tingkat internasional berkat keberhasilannya mengembangkan pariwisata berbasis masyarakat yang memadukan keindahan alam, kearifan lokal, serta keramahan penduduk.

Pesona Desa Cibuntu tidak hanya terletak pada panorama alamnya yang memukau, tetapi juga pada berbagai prestasi yang diraih. Pada 2016, desa ini masuk lima besar desa wisata terbaik di kawasan Asia Tenggara dalam kategori homestay pada ajang penghargaan tingkat ASEAN. Pencapaian tersebut menjadi bukti bahwa pengelolaan pariwisata di desa ini mampu menghadirkan pengalaman autentik sekaligus memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat setempat.

Pengalaman menikmati keindahan desa ini juga dirasakan oleh tim redaksi Indonesiamagz.id bersama Forum Wartawan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Forwaparekraf) dalam kegiatan “Forwaparekraf Press Tour dan Seri Diskusi Kuningan–Cirebon–Bandung”. Dalam kunjungan tersebut, rombongan menyaksikan langsung perpaduan harmonis antara potensi alam, budaya, dan tradisi lokal yang menjadi daya tarik utama Desa Cibuntu.

Setibanya di desa, suasana tenang dan udara segar langsung menyambut para pengunjung. Lingkungan yang bersih, asri, dan tertata rapi menghadirkan kenyamanan tersendiri. Tak heran jika Desa Cibuntu juga pernah meraih penghargaan sebagai desa wisata terbaik kedua di Indonesia dalam ajang Community Based Tourism (CBT) yang diselenggarakan Kementerian Pariwisata pada 2017.

Kehangatan masyarakat menjadi nilai tambah yang membuat pengalaman wisata semakin berkesan. Para tamu disambut dengan pertunjukan tari khas Pasundan yang dibawakan secara anggun oleh penari lokal. Suasana semakin lengkap ketika pengunjung disuguhi minuman tradisional khas, yakni jasreh, perpaduan jahe dan serai yang memberikan sensasi hangat sekaligus menyegarkan.

Pada masa kunjungan yang masih berada dalam situasi pandemi, pengelola desa tetap menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Langkah ini menunjukkan komitmen dalam menjaga keamanan wisatawan tanpa mengurangi kualitas pengalaman wisata yang ditawarkan.

Perjalanan dilanjutkan dengan menjelajahi berbagai potensi desa, salah satunya kawasan peternakan yang dikenal sebagai Kampung Domba atau Kampung Kambing. Penataan kandang ternak yang rapi menciptakan suasana unik layaknya sebuah perkampungan kecil, sekaligus memberikan pengalaman edukatif bagi wisatawan.

Tak hanya itu, Desa Cibuntu juga menyimpan nilai sejarah melalui sejumlah situs purbakala yang masih terjaga. Setidaknya terdapat tiga titik peninggalan bersejarah yang dapat dikunjungi, menambah kekayaan daya tarik wisata di kawasan ini.

Menjelajahi desa dengan berjalan kaki menjadi pengalaman menyenangkan karena didukung udara segar dan panorama perbukitan hijau yang menenangkan. Setiap sudut desa menyuguhkan keindahan alam yang membuat perjalanan terasa ringan dan penuh kesan.

Keunikan lain yang dimiliki Desa Cibuntu adalah sumber mata air alami yang tidak pernah kering sepanjang tahun. Airnya yang jernih bahkan dapat langsung diminum, menjadikannya sumber kehidupan penting bagi masyarakat setempat sekaligus daya tarik tersendiri bagi wisatawan.

Petualangan semakin lengkap dengan mengunjungi Curug Gongseng, air terjun yang berada di kawasan desa. Meski debit air tidak terlalu besar saat musim kemarau, keindahan alam di sekitarnya tetap menghadirkan suasana yang asri dan menenangkan.

Bagi wisatawan yang ingin merasakan pengalaman lebih mendalam, tersedia area perkemahan di kaki Gunung Ciremai yang menawarkan panorama alam terbuka dengan udara malam yang sejuk. Selain itu, masyarakat juga menyediakan layanan homestay dengan tarif terjangkau sekitar Rp100 ribu per malam, memberikan kesempatan bagi pengunjung untuk merasakan langsung kehidupan pedesaan.

Dengan perpaduan keindahan alam, kekayaan budaya, serta keterlibatan aktif masyarakat, Desa Wisata Cibuntu menjadi contoh sukses pengembangan pariwisata berbasis komunitas. Destinasi ini tidak hanya menawarkan pengalaman wisata yang autentik, tetapi juga berkontribusi dalam meningkatkan kesejahteraan warga setempat.(*)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: