Menelusuri Pesona Sungai Terpendek di Dunia
Sungai Tamborasi merupakan sungai terpendek di Dunia yang ada di Sulawesi - Foto instagram @laodejailani--
BACA JUGA:Savana Bekol, Lukisan Alam di Pulau Rinca yang Tak Lekang Waktu
Selain berenang, aktivitas yang cukup populer di Sungai Tamborasi adalah cliff jumping, yakni melompat dari tebing ke permukaan air.
Kedalaman sungai yang mencapai lima meter, ditambah dengan aliran air yang tenang serta minim batu besar, membuat aktivitas ini relatif aman bagi pencinta tantangan.
Bagi wisatawan yang berani mencoba, sensasi melompat ke air jernih dengan panorama alami di sekelilingnya menjadi pengalaman yang sulit dilupakan.
Salah satu keunikan lain dari Sungai Tamborasi adalah perbedaan suhu air di setiap bagiannya. Di area dekat tebing, air terasa sangat dingin layaknya air pegunungan, sedangkan di bagian muara yang mengarah ke laut, suhu air menjadi lebih hangat.
BACA JUGA:Gili Air, Surga Tenang di Ujung Lombok
Perpaduan dua suhu ini menambah daya tarik bagi wisatawan yang ingin menikmati sensasi berendam di tempat dengan karakter unik seperti ini.
Setiap akhir pekan, kawasan Sungai Tamborasi selalu ramai dikunjungi wisatawan lokal maupun dari luar daerah.
Selain berenang, banyak pengunjung memanfaatkan gazebo-gazebo di sekitar sungai untuk bersantai, menikmati bekal makanan, atau sekadar berbincang sambil menikmati semilir angin laut.
Beberapa wisatawan juga kerap membakar ikan segar hasil tangkapan nelayan setempat, menciptakan suasana piknik yang hangat dan akrab.
BACA JUGA:Sumbawa, Surga Tersembunyi di Timur Indonesia dengan Alam Memukau
Tak hanya keindahan alamnya yang memikat, Sungai Tamborasi juga menyimpan cerita rakyat yang masih dipercaya sebagian masyarakat. Di sekitar tebing karst terdapat akar-akar pohon yang menjulur ke air, dikenal sebagai akar harapan.
Konon, bagi siapa pun yang mengikatkan tali di akar tersebut akan mendapatkan keberuntungan dalam percintaan.
Mereka yang belum memiliki pasangan diyakini akan segera dipertemukan dengan jodohnya, sedangkan yang sudah berpasangan dipercaya akan menjalani hubungan yang langgeng dan bahagia.
Meskipun hanya mitos, banyak wisatawan tetap melakukannya sebagai bagian dari tradisi lokal yang menarik untuk diikuti.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:




