Pulau Numfor, Surga Sunyi di Ujung Teluk Cenderawasih

Pulau Numfor, Surga Sunyi di Ujung Teluk Cenderawasih

Pulau Numfor di ujung Teluk Cendrawasih - Foto instagram @like_papua--

BACA JUGA:Serunya Menyusuri Sungai Banjarmasin dengan Kelotok

Jika waktunya terbatas, tiga hari dua malam sudah cukup untuk menikmati sisi utama Numfor. 

Hari pertama biasanya digunakan untuk perjalanan menuju pulau dan berkenalan dengan kehidupan kampung. 

Hari kedua diisi dengan snorkeling, island hopping, hingga wisata sejarah. Hari terakhir bisa digunakan untuk aktivitas ringan sebelum kembali ke Biak. 

Namun bagi yang ingin lebih leluasa, lima hari empat malam akan memberi kesempatan menjelajah lebih dalam: dari pulau-pulau kecil, kawasan mangrove, hingga berinteraksi lebih dekat dengan warga.

BACA JUGA:Pantai Setangi: Mutiara Tersembunyi dengan Senja Romantis di Lombok Utara

Fasilitas di Numfor masih sederhana. Penginapan umumnya berupa homestay milik warga. Menu makanan didominasi ikan segar dan hasil kebun lokal. 

Untuk transportasi, pilihan utamanya adalah perahu nelayan dan ojek desa. Justru kesederhanaan inilah yang membuat pengalaman di Numfor terasa lebih otentik.

Waktu terbaik berkunjung adalah saat laut dalam kondisi tenang, biasanya di luar periode angin barat. Cuaca yang bersahabat membuat perjalanan laut lebih aman. 

Meski begitu, keselamatan tetap menjadi prioritas. Gunakan pelampung saat naik perahu, jangan snorkeling sendirian, dan hindari menyentuh karang maupun biota laut. Jangan lupa membawa perlindungan dari terik matahari, obat pribadi, dan lotion anti-nyamuk.

BACA JUGA:Menyusuri Pesona Wisata Pekanbaru, Dari Alam Asri hingga Kentalnya Budaya Melayu

Wisata ke Numfor erat kaitannya dengan konservasi. Setiap pengunjung diharapkan menjaga kebersihan dengan membawa kembali sampah, memakai sunscreen ramah karang, dan tidak menginjak terumbu karang. 

Dukungan ekonomi lokal juga penting. Menyewa perahu nelayan, menggunakan jasa pemandu, atau membeli hasil kebun warga menjadi cara sederhana untuk berkontribusi pada keberlangsungan masyarakat pulau.

Soal biaya, perjalanan ke Numfor relatif ramah di kantong. Untuk perjalanan tiga hari dua malam, biaya berkisar Rp1,5 juta hingga Rp2,5 juta per orang. 

Sementara untuk lima hari empat malam, kisarannya Rp3,2 juta hingga Rp5,3 juta per orang. Angka tersebut bisa ditekan bila bepergian berkelompok, terutama dalam hal sewa perahu.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: