Danau Kaolin Belitung, Destinasi Wisata dari Jejak Tambang

Danau Kaolin Belitung, Destinasi Wisata dari Jejak Tambang

Danau Koalin Belitung - Foto instagram @syailendra.17--

BACA JUGA:Kebakaran Hanguskan Rumah Merangkap Toko Pakaian Bekas di Sepang Jaya

Cekungan itu kemudian terisi air hujan hingga lama-kelamaan menyerupai danau. Meski berawal dari kerusakan lingkungan, kini kawasan ini menjelma menjadi destinasi wisata unik yang banyak dikunjungi pelancong.

Meski masih menimbulkan pro dan kontra, terutama terkait pemanfaatan kawasan bekas tambang sebagai objek wisata, pesona Danau Kaolin sulit terbantahkan. 

Perpaduan warna air biru yang pekat dengan tanah putih terang di sekelilingnya menciptakan panorama kontras nan memikat. 

Tidak heran bila banyak wisatawan menilai danau ini sebagai salah satu spot fotografi terbaik di Belitung.

BACA JUGA:5 Manfaat Argan Oil untuk Rambut: Rahasia Rambut Lembut, Kuat, dan Berkilau

Magnet Fotografi dan Wisata Alternatif

Daya tarik utama Danau Kaolin adalah keindahan lanskapnya yang berbeda dengan destinasi lain di Belitung. 

Banyak wisatawan datang khusus untuk berburu foto, mulai dari potret pribadi, dokumentasi perjalanan, hingga sesi prewedding. Bahkan, foto-foto Danau Kaolin kerap viral di media sosial karena tampilannya yang eksotis.

Waktu terbaik untuk berkunjung ke danau ini adalah pagi dan sore hari. Pada pagi hari, pengunjung bisa menikmati suasana tenang sambil menanti matahari terbit. 

BACA JUGA:KUR BRI 2025: Pinjaman Modal UMKM Hingga Rp500 Juta, Cicilan Ringan Mulai Rp216 Ribu per Bulan

Sedangkan menjelang sore, warna langit keemasan saat matahari terbenam menciptakan refleksi indah di permukaan air. Selain itu, suhu udara di dua waktu tersebut relatif sejuk, sehingga pengunjung bisa lebih nyaman berada di sekitar danau tanpa harus terik-terikan.

Bagi yang ingin lebih dari sekadar berfoto, pengunjung juga dapat mencoba berenang atau sekadar bermain air di tepian danau. 

Warga sekitar percaya bahwa air di danau ini memiliki manfaat bagi kulit, antara lain membantu menyerap minyak berlebih dan membuat kulit terasa lebih halus. 

Meski belum ada penelitian ilmiah yang membuktikan klaim tersebut, banyak wisatawan tetap mencoba merasakan langsung sensasinya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: