SMAN I Gunung Labuhan Siap Menerapkan Belajar Tatap Muka 

SMAN I Gunung Labuhan Siap Menerapkan Belajar Tatap Muka 

Medialampung.co.id - Jelang Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) Tatap muka. SMAN 1 Gunung Labuhan, Kecamatan Gunung Labuhan Kabupaten Waykanan lakukan persiapan protokol kesehatan (Prokes).

Kepala SMAN 1 Gunung Labuhan Dwi Wahyunanti, S.Pd., mengungkapkan, mengacu pada Surat Edaran Bupati Waykanan No.420/283/IV.01-WK/2021, tentang pelaksanaan Sekolah Tatap Muka, SMAN I Gunung Labuhan langsung melakukan berbagai persiapan persiapan. 

Namun hal tersebut tidak semata langsung bisa terealisasi dan digelar, akan tetapi harus berdasarkan ketentuan yang berlaku serta harus melakukan standar protokol kesehatan dari sekolah, peserta didik dan orang. 

"Kalau persiapan alhamdulillah dari jauh-jauh hari sudah kita siapkan dengan baik, serta telah melakukan prosedur yang ada, seperti halnya kita sudah di monev oleh Dinas Pendidikan Waykanan dan Dinas P & K Provinsi Lampung terkait hal ini," ungkap Dwi, Minggu (4/4) sembari menjelaskan secara rinci persiapan yang telah dilakukan oleh pihaknya. 

"Untuk KBM kali ini belum senormal biasanya, masih secara terbatas serta masih proses uji coba sesuai surat edaran Bupati kemarin, dan uji coba ini sampai dengan satu bulan kedepan sejak tanggal 5 April 2021 sampai 8 Mei 2021. Jam sekolah pun tidak full, hanya 3 Mata Pelajaran setiap harinya tanpa jam istirahat sejak masuk dari Pukul 7.30 WIB hingga pukul 10.30 WIB. Kemudian setiap kelas maksimal 18 siswa dengan jarak antar meja 1,5 meter," beber Dwi. 

Dwi melanjutkan, bahwa selain melakukan persiapan terkait protokol Kesehatan KBM di sekolah, pihaknya juga meminta surat izin dari Orang Tua atau Wali terkait keterangan izin dari siswa itu sendiri sejak jauh-jauh hari. 

"Kami telah meminta izin dari orang tua siswa terkait akan berlangsungnya KBM ini, dan saat ini beberapa siswa telah mengumpulkan surat izin tersebut, karena Kesehatan dan keselamatan adalah hal yang paling diutamakan baik keselamatan peserta didik, pendidik dan tenaga didik, keluarga dan masyarakat merupakan prioritas utama dalam menetapkan kebijakan pembelajaran, dan ini tentu menjadi standarisasi kita semua," tegas Dwi.(wk1/mlo)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: