Horog-Horog: Kudapan Tradisional Khas Jepara yang Unik dan Legendaris
Horog-horog, makanan tradisional Jepara yang lembut, netral, dan kaya filosofi lokal-Ilustrasi Gemini AI-
MEDIALAMPUNG.CO.ID – Horog-horog merupakan makanan tradisional khas Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, yang terbuat dari bahan dasar tepung sagu. Makanan ini dikenal karena teksturnya yang kenyal, lembut, dan sedikit berbutir, mirip seperti butiran kecil nasi yang agak padat.
Horog-horog sering dijadikan sebagai makanan pendamping berbagai hidangan khas Jepara seperti lontong tuyuhan, pecel, sate kikil, hingga opor ayam.
Keunikan horog-horog terletak pada bahan dasarnya, yaitu tepung sagu yang diolah sedemikian rupa sehingga menghasilkan butiran lembut yang tidak lengket.
Setelah dimasak, horog-horog biasanya disimpan di dalam wadah berbentuk anyaman bambu yang disebut takir atau bumbung, yang membantu menjaga aroma alami serta kelembapan teksturnya.
BACA JUGA:Nasi Gandul Pati, Kuliner Legendaris dengan Cita Rasa Gurih Manis
Asal Usul dan Filosofi Horog-Horog
Asal usul nama horog-horog diduga berasal dari suara khas yang muncul saat butiran sagu diguncang atau disendok, yakni bunyi “horog-horog.” Suara ini kemudian menjadi ciri khas yang menginspirasi penamaan makanan tersebut.
Horog-horog juga mencerminkan filosofi masyarakat pesisir Jepara yang sederhana, kreatif, dan memanfaatkan bahan-bahan lokal yang melimpah, seperti sagu yang dulu banyak tumbuh di wilayah pesisir utara Jawa.
Dahulu, horog-horog sering dijadikan pengganti nasi oleh masyarakat setempat, terutama ketika beras sulit didapat. Kandungan karbohidrat pada sagu membuatnya mampu memberikan energi yang cukup untuk aktivitas sehari-hari.
BACA JUGA:Brekecek Cilacap: Kuliner Khas Laut dengan Cita Rasa Gurih Pedas yang Menggoda
Proses Pembuatan Horog-Horog
Membuat horog-horog membutuhkan ketelatenan dan keterampilan agar menghasilkan tekstur yang pas. Berikut tahap umumnya:
- Tepung sagu direndam terlebih dahulu agar lebih lembut.
- Setelah itu, tepung diaduk dengan air secukupnya hingga menggumpal halus.
- Adonan tersebut kemudian dikukus dalam wadah besar hingga matang.
- Setelah matang, adonan dikeringkan dan kemudian diayak untuk memisahkan butiran-butiran kecilnya.
- Butiran horog-horog yang sudah jadi kemudian disimpan dalam wadah bambu agar tetap kering, tidak lembek, dan awet.
Cita rasa horog-horog cenderung netral, sehingga cocok dipadukan dengan aneka lauk atau kuah bersantan.
BACA JUGA:Tahu Petis, Perpaduan Tahu Goreng dan Saus Udang yang Unik
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
