Menjelang Idul Adha 2025, Penjualan Hewan Kurban di Lampung Utara Turun

Menjelang Idul Adha 2025, Penjualan Hewan Kurban di Lampung Utara Turun

Petugas dari Disbunnak Lampung Utara melakukan pemeriksaan kesehatan pada hewan kurban yang dijual di pinggir jalan raya-Foto Dok-

LAMPURA, MEDIALAMPUNG.CO.ID – Menjelang Hari Raya Idul Adha 2025, penjualan hewan kurban di Kabupaten Lampung Utara (Lampura) mengalami penurunan yang sangat signifikan. Hal ini diduga disebabkan oleh kondisi ekonomi masyarakat yang berdampak pada daya beli.

Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunak) Lampura telah melakukan pengecekan kesehatan terhadap hewan-hewan kurban sejak tanggal 3 Juni 2025. 

Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan kesehatan hewan sekaligus mencegah penyebaran penyakit jelang proses penyembelihan.

Sekretaris Disbunak Lampura, Riya Yuliza, menyebutkan bahwa timnya telah mendatangi sejumlah penjual hewan kurban di berbagai kecamatan. Namun, dibandingkan tahun sebelumnya, jumlah hewan yang dijual menurun drastis.

BACA JUGA:Ayah Bupati Pesisir Barat Tutup Usia di Usia 70 Tahun

“Tahun ini hanya sekitar 400 hingga 500 ekor yang dijual untuk kurban. Tahun-tahun sebelumnya bisa sampai ribuan. Kemungkinan besar disebabkan oleh faktor ekonomi, penjual pun menurun, daya beli masyarakat juga berkurang,” ujar Riya saat melakukan pengecekan di salah satu titik penjualan hewan kurban di pinggir jalan, Rabu (4 Juni 2025).

Hingga saat ini, Disbunak telah memeriksa sebanyak 494 ekor sapi dan 563 ekor kambing. Proses pengecekan dilakukan dalam lima tahapan, dimulai dari pemeriksaan di kandang tempat hewan dipelihara hingga memastikan kelayakan fisik hewan kurban.

“Petugas kesehatan hewan di masing-masing kecamatan akan terus melakukan pengecekan ke lapangan. Jika hewan dinyatakan sehat, penjual akan diberikan surat keterangan kurban sehat dari Disbunak,” jelasnya.

Sementara itu, drh. Susi Susanti, dokter hewan Disbunak Lampura, memaparkan beberapa ciri hewan kurban yang dianggap layak.

 

“Hewan kurban yang sehat biasanya memiliki hidung lembab, mata cerah, kaki tidak bengkok, kulit tidak mudah rontok saat diusap, serta alat kelamin yang sehat jika jantan,” kata Susi.

Ia menambahkan, tanda-tanda hewan sakit bisa terlihat dari bagian mulut, mata, kuku, serta kondisi tubuh yang tampak kurus.

Dari sisi penjual, Asep, salah satu pedagang kambing di Lampura, mengeluhkan sepinya pembeli di tahun ini.

“Kambing dijual mulai Rp2.500.000 sampai Rp3.500.000 tergantung ukuran. Tapi sepi, hari ini aja belum ada yang beli,” keluh Asep.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait