Tari Zapin: Warisan Budaya Melayu yang Sarat Nilai Islami
ari Zapin termasuk warisan budaya tak benda yang memiliki nilai penting bagi identitas masyarakat Melayu.-YouTube @ffourpaa-
MEDIALAMPUNG.CO.ID - Tari Zapin merupakan salah satu kesenian tradisional yang sangat erat kaitannya dengan budaya masyarakat Melayu, terutama di wilayah Riau.
Tarian ini bukan hanya sarana hiburan, tetapi juga media penyampai nilai-nilai agama dan budaya.
Pengaruh budaya Arab, khususnya dari Hadramaut di Yaman, sangat kuat dalam perkembangan Zapin di Nusantara.
Nama Zapin berasal dari istilah bahasa Arab yang bermakna gerakan kaki yang mengikuti irama.
BACA JUGA:Tiga Rumah Adat Khas Kepulauan Riau dan Keunikannya
Tarian tersebut diyakini masuk ke kawasan pesisir timur Sumatera sejak abad ke -16 melalui para ulama serta pedagang dari Timur Tengah.
Melalui aktivitas perdagangan dan dakwah, mereka memperkenalkan seni ini ke wilayah Melayu, termasuk Riau.
Pada mulanya, Zapin dipertunjukkan di lingkungan kerajaan, seperti Kesultanan Siak dan Indragiri.
Para ulama menggunakan seni tari ini sebagai sarana untuk menyebarkan ajaran Islam secara halus. Lirik lagu pengiring tarian pun kerap mengandung pesan religius dan nasihat kehidupan.
BACA JUGA:5 Upacara Adat Riau yang Sarat Makna Budaya
Seiring berjalannya waktu, terjadi akulturasi antara unsur budaya Arab dan budaya lokal. Hal itu tampak dari adanya perubahan gerak tari, iringan musik, sampai kostum yang digunakan.
Zapin pun menjadi bagian dari identitas budaya Melayu, sering ditampilkan dalam upacara adat, perayaan agama, dan pertunjukan seni.
Hingga awal dekade 1960-an, Zapin umumnya hanya ditarikan oleh pria karena perempuan masih terbatas ruang geraknya di ruang publik.
Namun, dengan semakin terbukanya pandangan masyarakat, kini perempuan juga ikut serta menarikan Zapin.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:




