Waspadai Risiko Ini Sebelum Membeli Mobil Bekas Merek Amerika

Waspadai Risiko Ini Sebelum Membeli Mobil Bekas Merek Amerika

Ford Fiesta Bekas-Ilustrasi AI-

MEDIALAMPUNG.CO.ID - Mobil bekas dari pabrikan Amerika seperti Ford, Chevrolet atau Dodge kerap kali dijual dengan harga yang jauh lebih rendah dibandingkan dengan mobil asal Jepang atau Korea lainnya.

Harga ini sering kali menjadi daya tarik utama bagi konsumen yang menginginkan kendaraan dengan fitur melimpah, tampilan gagah, dan tenaga besar.

Namun, harga murah seringkali menyimpan cerita tersembunyi. Banyak pengguna mobil bekas Amerika mengeluhkan soal keandalan dan biaya perawatan yang tidak sebanding dengan ekspektasi awal.

Sebelum tergiur, ada baiknya memahami secara menyeluruh risiko yang bisa muncul.

BACA JUGA:BYD Seal 2025 Resmi Meluncur di Indonesia: Teknologi Suspensi Canggih DiSus-C Jadi Andalan

Kendala Teknis yang Kerap Muncul

1. Transmisi Otomatis Rentan Bermasalah

Ternyata salah satu komponen paling krusial yang menjadi titik lemahnya yaitu transmisi yang otomatis. Berbagai laporan dari pemilik mobil bekas merek Amerika menunjukkan bahwa sistem transmisi, terutama pada model-model seperti Ford Focus, Chevrolet Captiva, atau Jeep Compass, sering mengalami gangguan mulai dari hentakan saat perpindahan gigi hingga kegagalan total.

Menurut laporan dari Consumer Reports (2024), mobil-mobil Ford dengan transmisi PowerShift misalnya, menempati peringkat rendah dalam hal keandalan jangka panjang, dengan banyak keluhan dari pengguna yang berujung pada penggantian transmisi secara keseluruhan—biaya yang bisa mencapai puluhan juta rupiah.

BACA JUGA:Tips Penting Sebelum Membeli Honda Mobilio Bekas: Panduan Lengkap untuk Konsumen Cerdas

2. Sistem Pendingin dan Suhu Mesin

Masalah suhu mesin juga menjadi perhatian utama.

Mobil-mobil Amerika sering mengalami overheat, terutama jika tidak dirawat dengan baik atau digunakan di iklim tropis seperti Indonesia.

Radiator dan thermostat yang tidak sesuai dengan kebutuhan suhu lingkungan lokal bisa mempercepat kerusakan mesin jika tidak ditangani tepat waktu.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: