Polres Lampung Utara Rangking Satu dalam Operasi Pekat Krakatau 2025
Polres Lampung Utara ungkap 34 kasus dalam Operasi Pekat Krakatau 2025, tertinggi di wilayah Lampung--
LAMPURA, MEDIALAMPUNG.CO.ID – Polres Lampung Utara berhasil meraih peringkat pertama dalam jumlah pengungkapan kasus selama pelaksanaan Operasi Pekat Krakatau 2025 yang berlangsung sejak 1 hingga 14 Mei 2025.
Hal ini disampaikan langsung oleh Kapolres Lampung Utara, AKBP Deddy S.H., S.I.K., M.M., M.Si., dalam konferensi pers yang digelar pada Rabu, 21 Mei 2025. Kegiatan ini turut dihadiri oleh Waka Polres, Kasat Reskrim, dan perwakilan dari media cetak maupun elektronik.
Dalam keterangannya, AKBP Deddy menjelaskan bahwa jajaran Polres Lampung Utara berhasil mengungkap 34 kasus kriminal, dengan menetapkan 19 orang tersangka dan memberikan pembinaan terhadap 12 pelaku lainnya.
"Pengungkapan ini mencakup berbagai kasus kejahatan yang meresahkan masyarakat," jelasnya.
BACA JUGA:Program Makanan Bergizi Gratis di Sukarame Sasar Lima Sekolah
Berikut rincian pengungkapan kasus selama operasi:
- Curas (pencurian dengan kekerasan):2 tersangka
- Curat (pencurian dengan pemberatan):10 kasus, 10 tersangka
- Pencurian biasa:4 kasus, 2 tersangka
- Senjata api/senjata tajam:1 kasus, 1 tersangka
- Pengeroyokan:1 kasus, 1 tersangka
- Penganiayaan berat (anirat):6 kasus
- Pemerasan:1 kasus
- Perjudian:1 kasus
- Prostitusi:1 kasus
- Penipuan dan penggelapan:8 kasus, 10 tersangka
Dalam operasi ini, petugas juga menyita sejumlah barang buktiyang berkaitan dengan tindak kriminal, di antaranya:
- 1 buah kunci liter T
- 1 buah palu
- 2 buah obeng
- 1 buah gergaji besi
- 1 obeng bergagang besi
- 1 batang kayu panjang
BACA JUGA:Revitalisasi Rumput Stadion Sumpah Pemuda PKOR Way Halim Makin Terlihat
Kapolres menegaskan bahwa seluruh tersangka dikenai pasal sesuai ketentuan hukum yang berlaku di Negara Kesatuan Republik Indonesia.
AKBP Deddy menyampaikan bahwa Operasi Pekat Krakatau 2025 digelar untuk memberantas berbagai bentuk gangguan kamtibmas, seperti perjudian, curat, curas, curanmor, pungli, hingga premanisme yang meresahkan masyarakat.
"Operasi ini bertujuan menjaga ketertiban umum dan memberi rasa aman kepada warga Lampung Utara," tegasnya.
Kapolres juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Daerah Lampung Utara Serta para tokoh masyarakat atas sinergi dan dukungan yang telah diberikan selama pelaksanaan operasi.
BACA JUGA:Pastikan Kelistrikan Aman, PLN Lakukan Pemeriksaan Berkala di Pusat Keramaian Lampung Utara
"Kerja sama dan sinergi inilah yang menjadi kunci keberhasilan dalam menciptakan situasi yang kondusif di wilayah hukum kami," ucapnya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
